Rantau (ANTARA) - Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih sebagai langkah awal sebelum masuk pada pengembangan berbasis digital dan inovasi.
Kepala Dinas Perindustrian Tapin H Yustan Azidin mengatakan persoalan utama koperasi di banyak daerah serupa, yakni lemahnya pemahaman pengelola dalam menjalankan fungsi koperasi.
“Yang perlu kita benahi dulu SDM, khususnya pengurus dan pengawas koperasi. Kalau aplikasi digital dan inovasi lainnya bisa menyusul,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel, Sabtu.
Baca juga: Bupati HST: Koperasi Merah Putih solusi atasi ekonomi pedesaan
Ia menambahkan, Dinas Perindustrian Tapin telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan mendapat sinyal positif terkait penganggaran pelatihan melalui APBD perubahan tahun ini.
Selain itu, ucap Yustan, anggaran di tingkat kabupaten sudah disiapkan untuk mendukung Koperasi Merah Putih di Tapin.
“Harapan kami pelatihan bisa terlaksana tahun ini agar pengurus dan pengawas koperasi lebih siap. Mohon doa dan dukungannya,” kata Yustan.
Yustan menyebutkan, program terkait permodalan Koperasi Merah Putih masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
"Adapun koperasi yang baru dibentuk di Tapin itu ditargetkan sudah dapat berjalan efektif pada Oktober mendatang," ucapnya.
Hingga kini, Pemkab Tapin telah membentuk 135 Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Sebagian besar koperasi dirancang bergerak di bidang sembako, gas elpiji, serta usaha simpan pinjam.
Baca juga: Disnaker KUKMP HSS gelar bimtek akuntansi dan pelaporan keuangan koperasi
