Banjarmasin (ANTARA) - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencetak sebanyak 15 dokter spesialis baru dari enam program studi spesialis serta 44 dokter baru yang dikukuhkan secara langsung oleh Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri, Senin di Banjarmasin.
Pengambilan sumpah dan penyerahan brevet dipimpin oleh Dekan FKIK ULM Prof Syamsul Arifin disaksikan oleh jajaran pimpinan FKIK.
Rektor mengatakan momentum ini menjadi penanda penting kontribusi ULM dalam mencetak tenaga medis profesional yang beretika, kompeten, dan berorientasi pengabdian.
Dia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian para lulusan, sekaligus menegaskan bahwa kelulusan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat.
“Hari ini kalian telah menyelesaikan satu babak, namun bukan berarti perjuangan tersebut berhenti di titik hari ini,” ujar rektor.
Dalam kesempatan ini rektor juga menyampaikan bahwa FKIK ULM saat ini telah resmi mendapat izin untuk menambah enam program studi baru, terdiri atas lima program pendidikan dokter spesialis dan satu program subspesialis.
Capaian tersebut menempatkan ULM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Kalimantan yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis melalui sinergi lintas kementerian.
“Maka dari itu, artinya ULM diberi kepercayaan besar oleh pemerintah untuk membuka pendidikan dokter spesialis, sebuah kehormatan sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan kualitas dan tanggung jawab,” ucapnya.
Sementara Dekan FKIK ULM Prof Syamsul Arifin menyampaikan keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari dukungan ekosistem pendidikan kedokteran yang kuat, termasuk rumah sakit pendidikan dan fasilitas kesehatan mitra ULM.
“Dalam profesi dokter, kalian akan hidup dalam paradoks: tegas namun penuh belas kasih, objektif namun tetap manusiawi,” tuturnya.
Ia juga mengumumkan lulusan terbaik dokter spesialis dengan masa studi tercepat dan IPK tertinggi diraih oleh dr. Akhmad Fauzan, Sp.B., dari Program Studi Spesialis Penyakit Dalam, serta lulusan terbaik dokter diraih oleh dr. Alfyonika Oktaviani br.Bukit dengan IPK 3,75.
Perwakilan dokter baru, dr. Raditya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada ULM, para dosen, wahana pendidikan, serta keluarga yang telah membersamai proses panjang dan penuh perjuangan selama pendidikan.
“Kami bisa berdiri di sini bukan karena kami kuat semata, tetapi karena kami tidak pernah dibiarkan berjalan sendiri. Ilmu, keteladanan, dan nilai kemanusiaan yang kami terima akan kami bawa dalam setiap pengabdian,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kabid Pelayanan Medik RSUD Ulin, Yoyi Farizah, M.Kes, yang menegaskan momentum ini merupakan tonggak awal pengabdian para dokter dan dokter spesialis untuk mengimplementasikan ilmu bagi bangsa dan negara dengan menjunjung tinggi etika dan empati.
Melalui kegiatan ini, ULM menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan kedokteran, meningkatkan mutu akreditasi program studi, serta membangun ekosistem layanan kesehatan berbasis pendidikan yang unggul.
ULM optimistis, para lulusan FKIK akan menjadi duta almamater yang menjaga nama baik universitas sekaligus berkontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Banua dan Indonesia.

