Banjarmasin (ANTARA) - Tim mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang terdiri atas tiga mahasiswa lintas program studi dan lintas fakultas berhasil meraih Juara II National Essay Competition dalam ajang Lawphoria 2026 setelah mengangkat sebuah model transformasi hukum lingkungan berbasis analisis spasial.
"Selamat kepada tim ULM atas prestasi nasional yang diraih, dengan isu lingkungan yang diangkat mengintegrasikan ilmu statistika, teknik lingkungan, dan kehutanan untuk menjawab persoalan deforestasi dan banjir di Indonesia," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarmasin, Sabtu.
Rektor mengatakan capaian juara di National Essay Competition gelaran Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menegaskan komitmen ULM dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin, penguatan budaya riset dan kepenulisan ilmiah, serta pengembangan prestasi mahasiswa.
Baca juga: Tim mahasiswa ULM juara 1 ilmiah internasional ICOMPRO 2025
ULM, kata dia, terus berupaya menciptakan ekosistem akademik yang kondusif agar capaian-capaian seperti ini tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus meningkat.
Melalui prestasi ini, dia berharap semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk berani berkompetisi, mengasah gagasan kritis, dan menghadirkan solusi inovatif bagi persoalan bangsa.
Tim ULM beranggotakan Muhammad Naufal (Program Studi Teknik Lingkungan), Muhammad Ihsan (Program Studi Kehutanan), dan Ahmad Helmi Yasir (Program Studi Statistika).
Ketiganya berkolaborasi menghadirkan karya berjudul “SPATIAL-LEX”.
Muhammad Naufal menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan tim untuk menghadirkan solusi lintas keilmuan yang aplikatif yaitu analisis berbasis spasial untuk membantu menyelesaikan permasalahan deforestasi dan banjir di Indonesia.
Baca juga: ULM juara internasional pencegahan karies gigi berbasis nano-gum dari limau kuit
Karya SPATIAL-LEX dinilai menawarkan pendekatan inovatif karena tidak hanya membahas isu lingkungan dari sisi teknis, tetapi juga mengaitkannya dengan transformasi hukum berbasis data spasial.
Muhammad Ihsan menuturkan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama tim.
SPATIAL-LEX dirancang sebagai model transformasi hukum lingkungan berbasis statistika dan analisis spasial yang dikolaborasikan dengan teknik lingkungan dan kehutanan.
Harapannya, model ini dapat membantu proses perumusan dan evaluasi regulasi lingkungan di Indonesia.
