Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melatih sejumlah warga untuk memproduksi kain khas Banjar, Sasirangan dengan menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan.

Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Tapin Mashuriyah Sufiansyah mengatakan pelatihan pewarnaan Kain Sasirangan berbahan alami ini selaras dengan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.

Baca juga: Bupati Tapin terima saran dari Kemendagri untuk perkuat layanan dasar

“Pemanfaatan pewarna alami tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah pada produk sasirangan,” ujar Mashuriyah di Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel, Rabu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin Yustan Azidin menambahkan pelatihan tersebut penting untuk memperkaya kreativitas pelaku usaha kecil serta mendorong produksi tekstil yang aman dan berdaya saing.

“Melalui inovasi berbasis pewarna alam, pelaku UMKM dapat menghasilkan produk yang unik, berkarakter, dan diminati pasar modern,” katanya.

Baca juga: Tapin dorong TOGA dan Akupresur untuk kesehatan mandiri masyarakat

Selama pelatihan, kata dia, peserta dikenalkan berbagai teknik pewarnaan alami menggunakan bahan, seperti daun mangga, kulit kayu, hingga kunyit, yang dapat menghasilkan gradasi warna khas tanpa bahan kimia.

Yustan berharap keterampilan ini mampu membuka peluang usaha baru bagi peserta, sekaligus memperkuat posisi Kain Sasirangan Tapin sebagai produk budaya unggulan yang bernilai ekonomi dan berwawasan lingkungan.

"Serta bagian dari melestarikan budaya dan ekonomi kreatif," ujar Yustan.

Baca juga: Pemkab Tapin siapkan 10 hektare lahan untuk Sekolah Rakyat



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Taufik Ridwan

COPYRIGHT © ANTARA 2026