Banjarmasin (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhaimin meminta semua perencanaan pembangunan kelurahan agar terlebih dahulu melalui permusyawaratan secara matang.
Muhaimin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Banjarmasin mengemukakan permintaan itu saat reses di Kelurahan Pemurus Dalam, Kamis.
Baca juga: Pemkab Tapin terima usulan dari 12 desa dan empat kelurahan
"Pasalnya sayang kalau suatu proyek sudah mendapatkan alokasi anggaran, ternyata pekerjaannya tidak jadi karena ada di antara warga tidak setuju," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kecamatan Banjarmasin Selatan tersebut.
Ia menunjuk contoh apa-apa yang Lurah Pemurus Dalam Shelleya Dessesta paparkan dalam forum reses atau dihadapan warga/konstituen.
"Warga masyarakat juga harus memahami arti atau makna suatu pembangunan yang mungkin harus ada korban guna kemaslahatan bersama," pintanya.
Sebagai wakil rakyat, Muhaimin berjanji akan memperjuangkan aspirasi konstituennya sejauh memungkinkan seperti masalah pendanaan.
"Kalau tidak masuk dalam Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kota Banjarmasin Tahun 2025, kita perjuangkan pada APBD perubahan. Rencananya 2025 ini dua kali perubahan APBD," demikian Muhaimin seraya meminta data sebagai pendukung usulan.

Sementara Lurah Pemurus Dalam Shelleya Dessesta mengharapkan pemerintah, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin penanganan/perbaikan beberapa prasarana atau infrastruktur yang merupakan aspirasi masyarakat setempat.
Sebagai contoh normalisasi atau pengerukan Sungai Pemurus terutama pada bagian hilir yang terus ke Sungai Kelayan dan Sungai Pekapuran Banjarmasin guna mengurangi dampak banjir.
Baca juga: Banjarmasin gencarkan masyarakat hidup sehat di seluruh kelurahan
Dalam reses Muhaimin juga mencuat masalah persampahan yang membuat Pemkot Banjarmasin menyatakan kota berjuluk seribu sungai tersebut "darurat sampah".
Oleh karenanya, baik Muhaimin maupun Lurah Pemurus Dalam meminta warga masyarakat berpartisipasi dalam penanganan persampahan seperti memilah sampah rumah tangga terlebih dahulu sebelum dibuang.