Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan M Isnaini meminta Satuan Polisi Pamong Praja, kepolisian dan keamanan perumahan untuk meningkatkan pengalaman rumah yang ditinggal pemudik.
"Pada libur lebaran Hari Raya Idul Fitri ini tentunya banyak rumah kosong di tinggal penghuninya mudik ke kampung halaman, harus dipastikan keamanannya," ujar Isnaini di Banjarmasin, Minggu.
Baca juga: DPRD Banjarmasin puji kinerja petugas kesehatan untuk pemudik
Menurut dia, Satpol-PP hingga pihak berwajib dan keamanan perumahan harus lebih sering patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H atau 2025 M.
"Utamanya pihak keamanan dan RT di perumahan, harus mendata warganya yang mudik atau rumah kosong di tinggal mudik," ujarnya.
Karena ini penting untuk memastikan keamanan dari pencurian dan sebagainya, di mana warga juga harus aktif melapor.
"Karena kita tidak hanya waspada pencurian, tapi juga kebakaran," ujarnya.
Rumah yang ditinggal, kata Isnaini, harus juga diperhatikan, utamanya pemilik rumah agar memastikan tidak ada tegangan tinggi listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Baca juga: "Orong-orong" warnai pasar tradisional di Banjarmasin jelang Idul Fitri
"Ini yang penting selalu diingatkan ke masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin memastikan mengintensifkan anggotanya untuk patroli keamanan di kawasan pemukiman.
"Kita ingin memastikan semua berlangsung aman dan tertib," paparnya.
Tentunya, kata dia, pihaknya juga memiliki keterbatasan personil untuk mengawasi semua, hingga partisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk ini.
"Jadi kita saling mengawasi, tetangga yang tidak mudik membantu mengawasi rumah tetangganya yang sedang mudik, saling berkomunikasi, jika ada yang mencurigakan segera laporkan," ujarnya.
Baca juga: DPRD Banjarmasin terima penyampaian LKPJ Wali Kota 2024