Baca juga: Mengangkat Desa Belangian jadi objek wisata Geopark Nasional
Pengembangan produksi
Kepala Desa Belangian Aunul Khoir menyampaikan, pengembangan produksi hasil kerajinan kain Sasirangan di desanya mendapatkan perhatian cukup tinggi berbagai pihak, utamanya dari pemerintah daerah dan provinsi.
Sebagai wilayah salah satu situs Geopark Pegunungan Meratus, tentunya Desa Belangian mendapatkan perhatian khusus, tidak hanya untuk melestarikan alam dan pariwisata, namun juga pengembangan ekonomi kreatif bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai desa yang berpenghuni 340 jiwa atau 105 kepala keluarga, pengembangan ekonomi kreatif penting digerakkan memanfaatkan status sebagai desa wisata.
Pemerintah desa memberikan dukungan tinggi untuk pengembangan dan promosi ekonomi kreatif pada sektor pengolahan Kain Sasirangan tersebut sebagai bagian dari upaya memajukan sektor pariwisata.
"Hingga ada yang khas dari desa kami menjadi oleh-oleh wisatawan dibawa pulang," ujarr Aunul.
Selain produksi kain Sasirangan, di Desa Belangian juga ada hasil pertanian dan perkebunan, terutama kacang kulit.
Di Belangian sangat subur untuk pertanian kacang kulit hingga produksi yang berlimpah dan bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Desa Wisata Belangian.
"Alhamdulillah, kemarin Pemprov bekerja sama dengan lembaga perbankan memberikan pelatihan bagi masyarakat kami untuk pengembangan kedua sektor itu," ucap Aunul.
Aunul memastikan Belangian sangat siap menjadi objek wisata nasional bahkan internasional dengan segala potensi yang ada, keindahan dan keunikan alamnya, hutan, sungai, pegunungan dan pepohonan besar serta ekonomi kreatif.
Desa Bekangian juga menerapkan kebersihan yang terkelola, masyarakat yang ramah dan jaminan keamanan yang semuanya bertanggung jawab.
Baca juga: Melestarikan pepohonan raksasa di Geopark Hutan Hujan Tropis Kahung
