Dukungan Pemprov Kalsel
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Iwan Fitriadi menyatakan dukungan besar dari pemerintah provinsi untuk kemajuan Desa Wisata Belangian di Kabupaten Banjar.
Bahkan dia merasakan sendiri saat berkunjung potensi besar untuk kemajuan pariwisata provinsi ini dari Desa Belangian tersebut, karena keindahan alamnya yang luar biasa sebagai bagian Geopark Pegunungan Maratus.
Perlu diketahui, ungkap Iwan, sejak perjalanan melalui danau Riam Kanan ke Desa Belangian menggunakan perahu atau kelotok sekitar 1,5 jam dari dermaga di objek wisata Bukit Batu, sudah disuguhkan pemandangan indah hamparan Pegunungan Meratus.
Pemandangan yang menakjubkan dan memanjakan mata tersebut hingga sampai ke Desa Belangian itu, karena di sana juga banyak tempat wisata alam yang unik dan jarang ada ditempat lain.
"Di hutan desa itu ada tumbuh anggrek terbesar di dunia dan juga anggrek terkecil di dunia, belum lagi kita bicara pohon-pohon sangat besar, mungkin banyak orang tidak pernah melihatnya," kata Iwan di Kantor LKBN ANTARA Biro Kalsel, Banjarmasin, Rabu kemarin.
Dari semua potensi di desa itu secara geologi, flora dan fauna dan kebudayaan, Pemprov Kalsel memberikan perhatian khusus untuk kemajuan kelestarian lingkungan, infrastruktur dan pengembangan pariwisata demi kemakmuran masyarakatnya.
Baca juga: "Merepah Sahaja Budaya Meratus" untuk lestarikan budaya Dayak Meratus
Diketahui, Desa Belangian merupakan situs dari Geopark Pegunungan Maratus yang secara geografi terletak pada koordinat berlokasi 3 derajat 35' 45.49 lintang Selatan serta 115 derajat 3' 48.87 bujur Timur.
Menuju situs Desa Belangian ini sekarang bisa ditempuh dua jalur, yakni jalur darat dan jalur sungai yang rata-rata durasinya sekitar 2 jam dari Ibu Kota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru.
Desa Belangian merupakan bagian situs geopark dari perjalanan rute Timur yang bertema "Pelayaran mengesankan menembus sejarah bumi dan manusia".
Iwan meminta semua pihak harus menjaga kelestarian lingkungan di semua situs geopark yang meliputi enam kabupaten/kota, yakni di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Karena menurutnya, jika tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik, status Geopark Pegunungan Maratus sebanyak UNESCO Global Geopark (UGG) bisa dicabut.
"Tentunya ini jadi kerugian kita semua," ujarnya.
Baca juga: Suku Dayak Meratus menuju ekonomi mandiri berkat Bamboo Rafting

