Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan (Kadispar Kalsel) Iwan Fitriady menegaskan keunikan Desa Belangian sebagai destinasi wisata yang menawarkan jalur sungai menuju Gunung Kahung, cocok bagi pendaki yang ingin merasakan sensasi berbeda sekaligus menikmati kekayaan flora dan fauna.
“Belangian ini istimewa, karena wisatawan bisa menemukan anggrek terbesar di dunia, anggrek terkecil di dunia, hingga lutung merah yang menjadi satwa khas desa tersebut,” ujar Iwan dalam Podcast Bepanderan Santai bersama Hasan Zainuddin atau Paman Anum di Banjarmasin, Selasa.
Selain keindahan alam, masyarakat Belangian juga memiliki daya tarik melalui produk lokal berkualitas.
“Ada pengrajin kacang khas Belangian, UMKM Sasirangan dan tas dengan warna alami melalui teknik eco print, serta fasilitas homestay yang siap menyambut wisatawan,” jelasnya.
Iwan menambahkan, keberadaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) turut memperkuat layanan bagi pengunjung, seperti memberikan penjelasan dan pendampingan selama wisatawan berada di desa tersebut.
Dalam podcast tersebut, ia juga menyinggung Geopark Meratus yang telah resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Menurut Iwan, status tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan kekayaan alam ke dunia.
“Pemerintah provinsi bersama masyarakat berkomitmen menjaga kelestarian alam Geopark Meratus dengan tidak merusak lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati, serta memastikan keberlanjutan pariwisata berbasis alam,” katanya.
Iwan menutup dengan menekankan pentingnya promosi berkelanjutan.
“SDM pariwisata kita luar biasa, tinggal bagaimana lebih giat mempromosikan Geopark Meratus agar dikenal dunia,” ujarnya.
