Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Ahad melaporkan, karena musim kemarau harga beberapa jenis pisang di kota berjuluk seribu sungai tersebut dan sekitarnya kini menjadi mahal.
Sebagai contoh harga pisang "kidung" atau pisang Ambon yang sudah masak biasa satu sisir (isi 12 biji) Rp10.000 kini menjadi Rp15.000, bahkan ada pula harganya lebih mahal lagi.
Begitu pula pisang talas per biji biasa atau sebelum kemarau Rp1000, kini menjadi Rp1.300, bahkan bisa lebih.
Hal serupa pisang "Awa" (sejenis pisang kepok) sebelum musim kemarau per biji kurang dari Rp1000, kini lebih seribu rupiah.
Menurut pedagang pisang tersebut, mahalnya harga barang dagangan (komoditas ) itu karena pasokan kurang saat musim kemarau.
"Pasalnya menurut pekebun pisang, akibat musim kemarau buah pisang 'hancat' (terganggu/tertahan)," kutip pedagang komoditas tersebut
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026