Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan memastikan program pengembangan destinasi wisata banua (daerah) berjalan optimal serta mewujudkan sektor pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan, melalui monitoring dan evaluasi (Monev) wisata berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, mengatakan, Monev ini merupakan komitmen kolektif untuk memastikan sektor pariwisata Kalsel tumbuh secara ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
Baca juga: Pemprov Kalsel transformasi pariwisata berkelanjutan melalui Pokdarwis
“Pariwisata berkelanjutan adalah visi masa depan kita. Ini adalah cara kita menikmati keindahan dan kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal Banua hari ini tanpa mengorbankan hak generasi mendatang untuk menikmatinya,” ujarnya, di Banjarbaru, Senin.
Ia juga menekankan bahwa melalui kegiatan Monev ini, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana program yang telah dijalankan berdampak positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah.
“Untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan, kita harus siap belajar, berinovasi, dan bergerak cepat untuk menutup celah serta meningkatkan standar layanan,” tambahnya.
Kalimantan Selatan menawarkan berbagai destinasi wisata, mulai dari wisata alam seperti Hutan Loksado, Pantai Angsana, Air Terjun Haratai, Bukit Matang Kaladan, dan Danau Tamiang.
Baca juga: Perwakilan Kalsel raih gelar Putra Putri Pariwisata Nusantara 2025
Selain itu, ada wisata budaya seperti Pasar Terapung Lok Baintan dan sejarah di Museum Wasaka. Pilihan lain yang populer adalah Taman Labirin Pelaihari, Tugu Patung Bekantan, dan kawasan wisata olahraga di Siring Sungai Martapura.
Dalam kegiatan Monev, Dispar Kalsel turut menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang dinilai memiliki pengalaman kuat dalam penerapan konsep pariwisata berkelanjutan.
Adyatma Parekraf Ahli Muda Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Wawan Darmawan, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel dapat memperkuat kolaborasi dengan dinas pariwisata, asosiasi, serta Pokdarwis di 13 kabupaten/kota guna mempercepat penerapan pariwisata berkelanjutan.
“Kami ingin berbagi pengalaman bagaimana sektor pariwisata Jawa Timur bisa bertahan dari masa pandemi hingga sekarang. Salah satu kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat dan penguatan kolaborasi. Hal ini dapat dioptimalkan juga oleh Dinas Pariwisata Kalsel,” tutupnya.
Baca juga: Dispar Kalsel bantu kemudahan izin bagi pelaku usaha pariwisata
