Tanah Laut Kalsel (ANTARA) - Terjadi antrean panjang di Jembatan Bati Bati, Kabupaten Tanah Laut, dan sekitarnya menyebabkan pengguna jalan Banjarmasin - Pelaihari, ibukota Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, terpaksa harus menunggu berjam-jam baru bisa keluar dari antrean panjang.
Seorang pegawai di Pelaihari (sekitar 65 km tenggara Banjarmasin), Tika, yang mau kembali ke ibukota "Bumi Tuntung Pandang" Tala tersebut, Ahad malam menginformasikan, sejak pukul 22.00 Wita dari Polsek Bati Bati sampai 23.11 mobil yang dia tumpangi belum bergerak.
"Memang tiap Jumat sore dari Pelaihari dan dari Banjarmasin,. Ahad sore, arus kendaraan bermotor padat, dan pengalaman selama ini (selama perbaikan jembatan) minimal dua jam baru bisa tembus atau keluar dari antrean panjang," katanya.
Baca juga: Kendaraan menuju Jembatan Bati-Bati dialihkan ke jalur Jembatan Bailey
Oleh karenanya, Tika lebih memilih Ahad sore kembali dari Banjarmasin ke Pelaihari. Sebab kalau Subuh Senin dikhawatirkan tak bisa ikut apel pagi, karena macet berjam-jam.
Sementara jalan alternatif melalui Kecamatan Kurau menuju Pelaihari, selain kondisi jalannya sempit, juga minim penerangan lampu jalanan, sedangkan kanan kiri merupakan persawahan.
"Untung ada yang mengatur arus lalu lintas. Kalau tak ada yang mengatur bisa tambah macet atau macet total," ujar Tika seraya mengingatkan pengguna jalan lintas Bati Bati harus punya perencanaan waktu supaya jangan terlambat masuk kerja.
Pengguna jalan Pelaihari - Banjarmasin berharap pekerjaan jembatan tidak terlalu lama. Semoga mereka yang mau menghadiri acara rutin 5 Rajab di Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar tak hadapi kendala yang cukup berarti.
