Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas secara intens menyosialisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 provinsi setempat.
"Seluruh warga juga perlu mengetahui, minimal secara umum/garis besar, apa RPJMD tersebut," ujar Suripno, usai Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan/Peraturan Daerah (Perda) atau Sosper di Jalan Meratus Banjarmasin, Sabtu siang.
RPJMD Kalsel 2025-2029 termuat dalam Perda Nomor 3 Tahun 2025. Sedangkan audien atau peserta sosper kali ini warga serta kader/fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, dan sebagainya dari Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Baca juga: DPRD Kalsel sosialisasikan RPJMD 2025--2029 kepada masyarakat
Anggota DPRD Kalsel tiga periode itu menerangkan bahwa RPJMD 2025-2029 merupakan formulasi sepuluh janji Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur (Wagub) H Hasnuryadi Sulaiman saat kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Sebagai contoh dari sepuluh janji waktu kampanye Pilkada 2024 adalah pembangunan Jembatan Kotabaru, pembangunan pelabuhan internasional serta stadion bertaraf internasional, dan kesejahteraan penduduk Kalsel yang jumlahnya kini lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota.
"Masyarakat perlu tahu. Kami dari DPRD provinsi akan mengawal sampai sejauh mana janji itu terealisasi," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut.
Sosper terkait Perda No 3/2025 tentang RPJMD tersebut kembali menghadirkan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Sugiarto Sumas yang juga pensiunan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemenakertrans RI) selaku narasumber.
Baca juga: Pansus ingin pastikan RPJMD Kalsel 2025-2029 dokumen berkualitas
Dalam paparannya, Sugiarto mengatakan pada dasarnya RPJMD Kalsel 2025-2029 merupakan program upaya menyejahterakan penduduk provinsi setempat, khususnya dengan melakukan berbagai kegiatan/pembangunan.
"Misalnya pembangunan Jembatan Kotabaru, selain untuk menunjang kelancaran transportasi, juga membuka keterisolasian daerah dalam menumbuhkembangkan perekonomian yang muaranya adalah kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Begitu pula pembangunan pelabuhan internasional tentunya berdampak pada peningkatan perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat, lanjutnya.
"Dengan keberadaan pelabuhan internasional, kita harapkan memberi daya tarik wisatawan mancanegara, dan pada gilirannya menggerakkan roda perekonomian Kalsel," demikian Sugiarto Sumas.
