Ia mengabdikan diri sebagai fasilitator stunting warga tiga desa terpencil, yakni Desa Muara Joloi I, Desa Muara Joloi II dan Desa Parahau Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya sejak awal 2025.
Baca juga: Guru SD ikuti lokakarya literasi membangun karakter anak
Sebagai fasilitator di Kecamatan Seribu Riam ini menjadi tantangan Joni untuk bisa berbagi kepada sesama kader maupun masyarakat setempat agar bisa mengubah pola pikir orang tua untuk mengasuh anak.
“Saya sangat senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan kader lain, khususnya tentang stunting. Memang sudah banyak yang tahu, tapi masih banyak yang belum memahami,” jelas Joni.
Motivasi kuat menjadi fasilitator kecamatan memudahkan langkahnya memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam pengasuhan anak berupa penyedian makanan pendampingan balita sebagai upaya cegah stunting.
Meski akses tiga desa ini cukup jauh dan berat terutama saat musim hujan, kegiatan pembinaan dan pendistribusian pemberian makanan tambahan tetap dilakukan Joni bersama kader lainnya.
Baca juga: PT SIS-YABN to produce literate and character generation through workshop
Banyak tantangan dan kendala yang dihadapi Joni saat pendistribusian dari Kabupaten Puruk Cahu ke desa sasaran karena akses jalan terputus saat musim hujan dan banjir.
Untuk mengakses rumah warga, sasaran program stunting Joni bersama kader posyandu harus melintasi banjir dengan menggunakan perahu mesin atau menggunakan jasa supir taksi untuk dapat mengangkut bantuan PMT.
"Menuju wilayah cluster 6 merupakan daerah terpencil paling ujung akses jalan bisa melalui jalur darat dan jalur Sungai Barito," tutur pria yang hobi traveling ini.
Akses melalui jalan darat sekitar lima jam dari Kota Puruk Cahu ke Desa Muara Joloi, jika kondisi jalan kering dan musim hujan jarak tempuh mencapai 8 sampai 10 jam menggunakan jenis mobil double cabin.
Sedangkan akses melalui Sungai Barito lebih lama hingga mencapai 12 jam perjalanan menuju arah Desa Muara Joloi menggunakan klotok melewati riam atau jeram yang cukup ekstrem.
Baca juga: Maruwai Coal trains Murung Raya teachers to develop project-based learning
Perjuangan berat Joni menekan angka stunting di kawasan terpencil ini pun membuahkan hasil terbukti dari 15 balita sasaran kini tersisa 12 anak stunting.
Bentuk pendampingan dan edukasi yang diberikan Joni berupa sosialisasi atau penyuluhan dan kunjungan ke rumah sasaran agar lebih efektif perangi stunting.
Usaha mengurangi stunting di tiga desa terpencil juga mendapat dukungan PT Maruwai Coal berupa sosialisasi stunting, distribusi PMT berupa telur, susu, dan makan lokal serta pencatatan formulir penapisan dan pemantauan sasaran yang dilakukan kader.
Pendampingan dan bantuan yang dilakukan PT Maruwai Coal bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri pada tiga desa ini menunjukkan pencapaian cukup bagus hingga jumlah balita dengan berat badan kurang dapat ditekan.
Baca juga: Schoters bekali mahasiswa Tabalong guna raih beasiswa dan kerja keluar negeri
