Tanjung (ANTARA) - Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, memperkuat kolaborasi dalam upaya memperbaiki gizi balita.
YABN bersinergi dengan Pemkab Bartim, dan didukung mitra usaha, mengoordinasikan intervensi gizi terpadu tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, tapi juga pendampingan, edukasi, serta penguatan peran keluarga dan kader kesehatan di tingkat komunitas.
Supervisor CSR Bidang Kesehatan PT Adaro Indonesia, Dwi Prayitno Jatmiko, menyampaikan bahwa kolaborasi yang difasilitasi YABN ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
“Melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup pendampingan, edukasi, serta penguatan peran keluarga dan kader kesehatan di tingkat komunitas,” ujar Dwi, Senin.
Baca juga: Adaro - Alamtri perluas sasaran program pencegahan stunting
Hasilnya, dalam periode Februari hingga Juni 2025, dari total 38 balita sasaran tercatat 7,89 persen mengalami peningkatan status berat badan menurut umur (BB/U), 7,89 persen peningkatan status tinggi badan menurut umur (TB/U), serta 5,26 persen mengalami peningkatan status berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).
Capaian yang lebih signifikan terlihat pada periode lanjutan September hingga Desember 2025. Dari 10 balita sasaran, sebanyak 60 persen mengalami peningkatan status BB/U, 30 persen peningkatan status TB/U, dan 10 persen peningkatan status BB/TB.
Selain balita, intervensi juga menyasar ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK).
“Dari tiga ibu hamil KEK yang menjadi sasaran awal, dua orang kini berstatus normal, sementara satu orang lainnya telah melahirkan dalam kondisi sehat dan normal,” jelas Dwi.
Baca juga: YABN turut berkontribusi di Gebyar Posyandu Desa di Lombok Utara
Hasil tersebut menunjukkan dampak positif dari intervensi gizi dan pendampingan kesehatan ibu yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi.
Dwi berharap kolaborasi bersama Pemkab Bartim dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penurunan angka stunting, sekaligus mendorong terwujudnya generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.
Program Pencegahan dan Penurunan Stunting ini melibatkan PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati (SIS) dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dengan YABN berperan sebagai mitra pengelola dan koordinator program, serta didukung oleh mitra pelaksana Yayasan Sinergi Indonesia Peduli dan Rumah Zakat.
Sasaran utama program mencakup balita stunting dan kelompok rentan di Kecamatan Benua Lima.
Baca juga: Perangi stunting, ratusan kader dibekali ilmu ciptakan generasi sehat
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Barito Timur, Amrullah, mengapresiasi peran Adaro dan Alamtri Group bersama YABN dalam menyinergikan berbagai pihak untuk mendukung percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.
“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyampaikan terima kasih kepada YABN, PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati, PT Bukit Makmur Mandiri Utama serta mitra dari Yayasan Sinergi Indonesia Peduli dan Yayasan Rumah Zakat Indonesia dalam upaya penurunan stunting, khususnya di Kecamatan Benua Lima,” ujar Amrullah.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya berfokus pada dukungan pendanaan, tetapi juga penguatan peran dan kapasitas masing-masing pihak dalam membangun sistem pencegahan stunting yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, intervensi program menyasar 48 balita, 3 ibu hamil dengan kondisi KEK, serta satu balita dengan kondisi khusus sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Barito Timur yang sehat dan berkualitas.
