Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel Muhammad Syarifuddin dikonfirmasi di Banjarbaru, Selasa, mengatakan Rakornis tersebut menghadirkan narasumber dari Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kalsel Suripno Sumas dan Kepala Badan Pendapatan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Ariadi Noor.
Baca juga: DPRD Kalsel undang pihak terkait bahas soal upah buruh
“Kegiatan tersebut merupakan bagian penting untuk menyusun rencana pembangunan daerah yang lebih baik, terarah, dan berkesinambungan terutama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel,” ujarnya.
Saat ini, kata Syarifuddin, sektor perkebunan dan peternakan memiliki peranan yang sangat strategis pada perekonomian Kalsel dari aspek ketahanan pangan, kesejahteraan pekebun dan peternak, maupun menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dia menekankan penyusunan rencana strategis ini harus dilakukan secara cermat, berbasis data, dan mempertimbangkan tantangan serta peluang yang ada di masa mendatang.
Syarifuddin menuturkan beberapa isu strategis yang perlu menjadi perhatian pada forum tersebut, antara lain peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas perkebunan dan peternakan melalui pemanfaatan infrastruktur, serta penguatan kelembagaan petani dan peternak.
Baca juga: Bang Dhin ingatkan SKPD harus cermat dalam belanja daerah
Kemudian, penguatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk dengan mendorong pengolahan hasil perkebunan dan peternakan agar lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah, keberlanjutan dan ketahanan pangan menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan konsumsi.
Lalu, memastikan keberlanjutan sumber daya alam dalam aktivitas perkebunan dan peternakan dan peningkatan investasi dan kemitraan mendorong kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi untuk mempercepat inovasi dan mendorong kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi untuk mempercepat inovasi dan peternakan.
Syarifuddin memastikan Disbunnak Provinsi Kalsel telah banyak melakukan langkah untuk kesejahteraan masyarakat pekebun dan peternak melalui strategi pemberdayaan pada sektor hulu dan memperkuat sektor hilir guna menciptakan nilai tambah dan daya saing usaha.
Baca juga: Pemprov Kalsel alokasikan dana kelanjutan pembangunan saluran irigasi Kinarum
Strategi tersebut melalui pemberian bantuan berupa sarana maupun prasarana sektor perkebunan dan peternakan, meningkatkan fungsi intensifikasi dan pengembangan lahan, meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan.
Selain itu, meningkatkan kinerja fungsi pembibitan, pakan ternak, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, serta meningkatkan kinerja fungsi pengolahan baik bidang perkebunan dan peternakan guna mendukung program strategis nasional dan program prioritas pemerintah daerah.
"Upaya tersebut telah diwujudkan Pemprov Kalsel melalui program super prioritas yang pertama untuk percepatan swasembada sapi potong melalui integrasi kelapa sawit dan sapi berbasis kemitraan usaha ternak inti plasma," ucap Syarifuddin.
Syarifuddin mencontohkan dukungan dari industri sawit dan mitra terkait telah membentuk 28 klaster yang tersebar di Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tabalong, dan Barito Kuala.
Baca juga: Dinas PUPR Kalsel mulai kerjakan jalan Limpasu HST yang rusak
Pada masa mendatang, Syarifuddin mengungkapkan Pemprov Kalsel mendorong kerja sama investasi peternakan sapi dari hulu ke hilir dengan para investor.
Selain itu, Pemprov Kalsel mendukung swasembada peningkatan kesejahteraan pekebun karet melalui program pengembangan korporasi petani berbasis kawasan karet (bangsibun bakaret) dengan intervensi program peremajaan intensifikasi dan peningkatan mutu karet.
Program selanjutnya pengembangan itik di lahan rawa dan kering (siti hawa lari), pemerintah provinsi akan meningkatkan ketersediaan produk unggas untuk pengendalian program pengembangan kopi.
"Forum ini diharapkan dapat menyelaraskan program dan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah dengan prioritas pembangunan daerah, nasional, serta kebutuhan masyarakat," ujar Syarifuddin.
Baca juga: Sekjen DPP : Partai Gerindra berjuang tiada akhir