Banjarmasin (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mulai mendorong perluasan digitalisasi melalui Festival ANTASARI 2026.

Festival ANTASARI 2026 sebagai upaya memperluas akseptasi pembayaran digital dan memperkuat ekosistem ekonomi serta keuangan digital di wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Fadjar Majardi di Banjarmasin, Senin, mengatakan digitalisasi sistem pembayaran saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam mendukung efisiensi dan percepatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus memperkuat sistem pembayaran yang terintegrasi, interoperable, dan saling terhubung,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Kalimantan Selatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, PJP, dan mitra strategis untuk mendorong perluasan akseptasi QRIS sebagai fondasi percepatan ekonomi digital yang inklusif dan merata di Banua.

Capaian digitalisasi daerah di Kalsel menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2025, seluruh pemerintah daerah di provinsi ini telah berada pada kategori Pemda Digital. 

Selain itu, ucap Fadjar, Kabupaten Tanah Laut meraih penghargaan sebagai TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Kalimantan pada ajang Championship TP2DD 2025.

Dari sisi transaksi ritel, hingga November 2025 tercatat sekitar 524 ribu merchant QRIS dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 790 ribu orang. Selama periode Januari hingga November 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Selatan menembus sekitar 59 juta transaksi.

Festival ANTASARI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-6 sejak pertama kali digelar pada 2021 dan akan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026. Festival ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan berkelanjutan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sepanjang tahun.

Rangkaian kegiatan meliputi kompetisi bagi PJP dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Banua QRIStival yang menggabungkan edukasi, promosi, dan hiburan, QRIS Jelajah Indonesia, serta Pekan QRIS Nasional yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seluruh rangkaian Festival ANTASARI 2026 akan ditutup pada akhir tahun dengan pemberian apresiasi kepada para pemangku kepentingan atas kontribusi dan kolaborasi dalam mendorong transformasi perekonomian Kalimantan Selatan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Di sisi lain, lanjut Fadjar, Bank Indonesia menegaskan akselerasi pembayaran digital akan terus berjalan seiring dengan penguatan sistem pembayaran tunai. 

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, BI memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan tepat waktu melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang dilaksanakan pada Februari 2026.

Melalui Festival ANTASARI 2026, Bank Indonesia berharap sinergi berkelanjutan antar pemangku kepentingan dapat memperkuat literasi digital, inklusi keuangan, serta daya saing ekonomi Kalimantan Selatan.

Kick-off Festival ANTASARI 2026 dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, bersama Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Dinansyah, dan dihadiri jajaran pimpinan instansi vertikal, pemerintah daerah se-Kalimantan Selatan, penyedia jasa pembayaran (PJP), serta mitra strategis terkait.
 



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026