Hulu Sungai Selatan Kalsel (ANTARA) - Warga Nagara, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kini terdampak banjir mengharapkan bantuan dari pemerintah provinsi (Pemprov) setempat.
"Harapan warga Nagara (sekitar 162 km utara Banjarmasin) itu mereka sampaikan ketika saya reses," ujar Anggota DPRD Kalsel dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Ardiansyah ketika dikonfirmasi, Rabu.
Baca juga: Bupati HST apresiasi silaturahmi Rama Andin Trah Nagara Daha se-Nusantara
Menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, HSS dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu, harapan atau permohonan mereka (warga Nagara) tersebut cukup beralasan.
"Pasalnya ketika saya reses, Selasa (20/1/2026) melihat kondisi permukiman atau tempat tinggal mereka terendam air banjir. Menurut penuturan mereka keadaan (terendam ) itu sudah sekitar setengah bulan," ungkap Anggota DPRD Kalsel dua periode tersebut.
Wakil rakyat kelahiran "Kota Dodol" Kandangan (135 km utara Banjarmasin), ibukota HSS itu mengungkapkan, bahwa selama lebih kurang 15 hari warga Nagara tak bisa beraktivitas maksimal untuk berusaha.
"Karenanya mereka (warga Nagara) berharap ada bantuan berupa sembako, popok bayi serta obat-obatan dan lainnya," lanjut mantan Ketua DPRD dan Wakil Bupati HSS tersebut.
Alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu berpendapat, perlu solusi jangka panjang dalam upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan bencana banjir di Kalsel, termasuk daerah aliran sungai (DAS) Nagara yang seakan langganan tiap musim penghujan.
Baca juga: Bank kalsel kembali serahkan rombong barakah kepada UMKM HSS
Kegiatan reses Anggota DPRD Kalsel pada masa sidang I 2026 sejak 14 Januari lalu selama delapan hari dan sebagaimana terjadwal harus mengadakan pertemuan/tatap muka dengan konstituen sebanyak 16 titik.

Sebagai catatan DAS Nagara merupakan kawasan rawa monoton, namun potensial dalam menggerakkan roda perekonomian "Bumi Rakat Mufakat" atau "Bumi Perjuangan Pahlawan Antaluddin" HSS.
Selain sebagai sentra periklanan darat (air tawar) untuk daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel, Nagara juga merupakan sentra industri kecil dan sejak masa Hindia Belanda sudah "dapur tinggi" (peleburan besi).
Bahkan pangsa pasar produk industri kecil Nagara, bukan cuma seantero Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota, tapi juga ke provinsi tetangga dan hingga menusantara.
