Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muhtezar di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, sub pangkalan ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari pangkalan resmi untuk pendistribusian LPG 3 kg ke masyarakat yang daerahnya jauh dari pangkalan utama.
Baca juga: Banjarmasin luncurkan tiga koperasi Merah Putih percontohan 2025
Menurut dia, dengan adanya sub pangkalan yang tercatat resmi dalam pengawasan, diharapkan persoalan masyarakat terkait langka dan melambungnya harga LPG 3 kg dapat teratasi.
"Tujuannya untuk pengendalian harga dan pemerataan distribusi," ujarnya.
Dikatakan Tezar, panggilan akrabnya, Pemkot Banjarmasin telah melakukan sosialisasi ke metrologian terhadap pengawasan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang menyasar seluruh perwakilan SPBU, agen hingga pangkalan LPG se-Kota Banjarmasin.
Disampaikan dia, pertemuan kali ini juga sebagai bagian dari tindak lanjut rapat koordinasi mekanisme pendistribusian LPJ 3 kg bersama pemangku kepentingan beberapa waktu lalu.
Tak hanya gas melon, penertiban dan pengawasan alat ukur yang sesuai standar bagi para pelaku usaha juga tak luput dari perhatian.
Baca juga: MUI Banjarmasin tingkatkan kriteria dan etika berdakwah para dai muda
"Ini penting untuk antisipasi kita jikalau ada SPBU maupun pelaku usaha yang melakukan penambahan alat di luar ketentuan yang sudah ditetapkan," katanya.
Sehingga, menurut Tezar, akan merugikan masyarakat, namun jika alat sesuai ketentuan, tentu akan memberikan perlindungan bagi para konsumen.
Dia menekankan, harga eceran tertinggi (HET) sudah diatur sedemikian rupa oleh pemerintah pusat sebagaimana tertuang dalam Peraturen Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG 3 kg.
Menurut dia, berdasarkan laporan di lapangan masih saja ada didapati pengecer nakal yang menjual harga gas dengan tabung melon tersebut di atas HET, yakni Rp18.500 per tabung.
Karenanya, ungkap dia, dengan dukungan semua pihak khususnya dari PT Pertamina dan Hiswana Migas digelar operasi pasar LPG 3 kg sebagai solusi jangka pendek.
"Ini dijalankan secara intensif, selain ditambah dibentuknya sub pangkalan LPG 3 kg tersebut, direncanakan beberapa titik," demikian katanya.
Baca juga: BAZNAS Banjarmasin luncurkan program ZCD dan salurkan modal usaha
