Batulicin (ANTARA) - Petani padi di Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, mulai kesulitan memanen padi akibat akibat kurangnya alat combine di wilayah tersebut.
"Kurangnya alat panen padi tidak hanya menghambat proses panen, tetapi juga berdampak pada biaya produksi yang semakin meningkat," kata Kelompok Tani Maju Makmur Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan Suli Sarwono, di Batulicin Kamis.
Baca juga: TMMD bangun jalan, air bersih hingga ketahanan pangan
Suli menerangkan, masa panen padi di desa Bumi Asih sudah dipastikan mundur dari tanggal yang ditentukan, hal itu juga dikarenakan alsintan di desa tersebut sangat terbatas, dan bisa dikatakan hampir tidak ada, baik milik Poktan maupun milik Instansi terkait.
Sehingga, Sebagian para petani mau tidak mau harus melakukan panen panen secara tradisional menggunakan arit dan tentu sangat menyita waktu, tenaga dan biaya operasional juga semakin tinggi.
"Secara terpaksa kami sebagian petani harus menyewa alat combine dari Kabupaten Tanah Bumbu untuk mengantisipasi kerugian akibat padi yang siap panen mulai diserang hama," tutur Suli.
Baca juga: Bupati Kotabaru imbau karangan buga diganti tanaman produktif
Suli juga mempertanyakan apa yang menjadi kendala pemerintah daerah Kotabaru hingga kebutuhan alsintan di Kecamatan Kelumpang Selatan hingga saat ini belum terpenuhi.
"Karena keterbatasan alsintan daerah kami khususnya untuk tanaman padi ketinggalan jauh dari Kabupaten lain yang ada di Kalimantan Selatan," terang Suli.
Suli mengharapkan, kepada pemerintah Kabupaten otabaru atau dinas terkait agar lebih serius dalam mendukung dan membina kemajuan petani padi di Kalumpang Selatan.
Suli melanjutkan, semua ini adalah untuk kemajuan pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi guna mendukung cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk swasembada pangan terutama di Kabupaten Kotabaru.
"Jangan sampai semangat kami dalam mengembangkan produktivitas padi seakan menjadi sia-sia dikarenakan keterbatasan alsintan," ujarnya.
Baca juga: Tim Wasev kunjungi lokasi TMMD Desa Talusi
Menurut Suli, para petani di Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang elatan mampu memproduksi padi hingga 1.300 ton per tahun dengan luas lahan mencapai 90 hectare.
Lahan seluas 90 hektare tersebut di kelola oleh empat kelompok tani agar pengelolaan dan hasil panen padi lebih maksimal.
Kelompok tani Maju Makmur mengelola lahan seluas 25 hektare, kelompok tani Sido Makmur seluas 25 hektare, Karya bakti seluas 18 hektare dan kelompok tani Harapan Baru mengelola lahan seluas 22 hektare.
Rata-rata para petani melakukan tanam padi dua sampai tiga kali tanam dalam satu tahun, bahkan targetnya tahun ini produksi padi akan digenjot lebih maksimal lagi dengan menambah jumlah tanam hingga empat kali dalam satu tahun.
Jenis benih yang digunakan menggunakan jenis hibrida supadi 56 dan mapan 05. Sedangkan jenis inprida inpari yakni nutrizink dan inpari 32.
"Kami sangat berharap kepada pemerintah agar lebih serius dalam memperhatikan petani padi di Kelumpang Selatan guna mendukung swasembada pangan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto," tutup Suli.
Baca juga: DPRD Kotabaru terima Raperda tentang perlindungan intelektual