Batulicin (ANTARA) - Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, H. Sudian Noor menerima penghargaan dan apresiasi pembinaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Pemberian apresiasi itu dalam rangka Festival Iklim 2019. dan apresiasi diberikan bagi pemerintah daerah yang telah menetapkan regulasi serta melaksanakan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung pelaksanaan proklim dalam upaya pengendalian perubahan iklim di daerah.
"Penghargaan ini merupakan prestasi seluruh masyarakat Tanah Bumbu dimana mereka mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, seperti menanam pohon di lingkungan rumah dan mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari," kata Bupati, di Batulicin, Jum'at.
Baca juga: Health Ministry recover Tanah Bumbu Hospital to class C
Dia mengatakan, program proklim itu sendiri merupakan produk dari KLHK yang diadopsi oleh pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Menurut Bupati, perubahan iklim telah menjadi perhatian banyak pihak. Karenanya peran pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama terkait edukasi tentang perubahan iklim kepada masyarakat itu sendiri.
"Mari kita bersama-sama peduli terhadap lingkungan dimulai dari diri kita sendiri dengan, salah satunya mengurangi penggunaan plastik, memanfaat pekarangan dengan menanam pohon," ujarnya.
Sementara itu, Menteri LHK RI, Siti Nurbaya Bakar, menambahkan fenomena dari perubahan iklim yang terjadi adalah meningkatnya kejadian iklim ekstrem salah satunya meningkatnya kejadian El Niño–Southern Oscillation (ENSO, baik berupa La Nina maupun El Nino.
Baca juga: Polres Tanah Bumbu ringkus budak Narkotika
"Perubahan iklim dapat meningkatkan frekuensi kejadian La Nina dan El Nino yang normalnya berputar dalam periode lima hingg tujuh tahun menjadi lebih pendek periodenya hingga tiga-lima tahun," ujarnya.
Dia menjelaskan, La Nina dapat menimbulkan dampak berupa banjir akibat curah hujan tinggi, sementara El Nino menimbulkan dampak berupa kekeringan ekstrem akibat rendahnya curah hujan.
Terkait adaptasi perubahan iklim, lanjut Siti Nurbaya, Indonesia telah menetapkan komitmen untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, ketahan sosial dan sumber kehidupan serta ketahanan ekositem, juga penyediaan sarana, prasarana dan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim.
Untuk diketahui, desa di Kabupaten Tanah Bumbu yang masuk dalam Proklim yaitu Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang.
Baca juga: Pemda promosikan wisata berbasis internet
Baca juga: Kemenkes tetapkan RSUD Tanah Bumbu tipe C