Tanjung (ANTARA) - Kepolisian Resor Tabalong, Polda Kalimantan Selatan, mendukung gerakan pangan murah yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian setempat melalui gelaran pasar murah.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo mengatakan pasar murah ini guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau masyarakat.
"Kita bersinergi dengan dinas terkait membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah dan upaya pengendalian inflasi daerah," jelas Wahyu, Jumat.
Baca juga: Bapanas luncurkan Gerakan Pangan Murah di 514 kab/kota
Kasat Reskrim AKP Danang Eko Prasetyo bersama jajarannya memantau kegiatan pasar murah yang disambut masyarakat dengan antusias.
Sejumlah kebutuhan pokok yang dijual yakni gula pasir Rp16.000 per kilogram, tepung Rp11.000 per kilogram, teh Rp4.500 per bungkus, bawang merah Rp33.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, beras SPHP Rp12.000 per kilogram dan minyak goreng "KITA" (MinyaKita) Rp15.000 per liter.
Masyarakat tampak antusias memanfaatkan kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar.
Baca juga: Polres Tabalong gandeng Bulog gelar pasar murah stabilkan harga beras
Sementara itu dari catatan BPS Tabalong tentang inflasi dan perkembangan indeks harga konsumen per Januari 2026, maka inflasi dari bulan ke bulan yakni 0,81 persen (tertinggi di Kalimantan Selatan).
Komoditas penyumbang dan penahan utama inflasi bulanan (month to month) di antaranya kenaikan permintaan emas perhiasan mencapai 0,65 persen, beras 0,10 persen, tomat 0,03 persen, kacang panjang 0,03 persen dan sawi hijau 0,02 persen.
