Barabai (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banua Jingah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) imbas temuan menu tak layak hingga viral di media.
Penutupan sementara operasional SPPG Banua Jingah ini merupakan tindakan kedua yang dilakukan oleh BGN yang sebelumnya juga menutup SPPG Pantai Batung dengan kasus serupa.
"Penghentian sesuai surat bernomor 642/D.TWS/03/2026 tertanggal 1 Maret 2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Banua Jingah," kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Direktur Wilayah III Iwan Dwi Susanto dalam petikan surat yang dikutip di Barabai, Rabu.
Dalam surat tersebut dijelaskan, keputusan diambil berdasarkan laporan pengaduan Koordinator Regional dan Kepala SPPG terkait dugaan Kejadian Menonjol (KM), hasil investigasi lapangan, serta laporan dari Koordinator Regional Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca juga: BGN hentikan sementara operasional SPPG Pantai Batung HST usai pemberitaan viral
Lebih lanjut, BGN menemukan adanya ketidaksesuaian kualitas menu program MBG hingga menjadi sorotan publik setelah viral di masyarakat.
Selain kualitas menu yang dinilai tidak layak konsumsi, BGN juga menyoroti keterlambatan pelaporan atas kejadian tersebut.
“Untuk sementara SPPG Banua Jingah diberhentikan operasionalnya sampai dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tanggal 29 September 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” lanjutnya.
Surat itu juga ditembuskan kepada Kepala dan Wakil Kepala BGN, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sehingga dengan keputusan tersebut, dua dapur MBG di HST, yakni SPPG Pantai Batung dan SPPG Banua Jingah dalam waktu berdekatan sama-sama tidak beroperasi.
Baca juga: Program MBG di HST sasar 14.124 penerima manfaat setiap hari
Langkah tegas BGN dinilai sebagai upaya memperkuat standar keamanan pangan dan menjaga kualitas program MBG di daerah.
Sementara itu, Koordinator SPPG HST Sadillah belum memberikan tanggapan terkait penghentian operasional SPPG Banua Jingah, aktivitas kantor maupun dapur tersebut pun tampak sepi.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesi HST Saleh menyotori lemahnya pengawasan program MBG di daerah, sehingga kelalaian tersebut terjadi berulang.
"Kita mendukung berjalannya program MBG ini, namun jika terjadi kelalaian seperti ini wajar kami mengkritik untuk mendorong upaya perbaikan," ujarnya.
Pihaknya juga mewanti-wanti agar jangan sampai pengelola SPPG maupun mitra mencoba bermain dalam program ini yang mengakibatkan kualitas menu MBG tidak sesuai sehingga mengorbankan hak-hak pelajar maupun penerima manfaat lainnya.
"Kami akan turut mengawasi berjalannya program ini. Jika ada temuan ada oknum yang mencoba bermain, kami tidak segan-segan akan melaporkan baik ke BGN maupun ke aparat penegak hukum," imbuhnya.
