Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan sepakat mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan berbasis ekonomi hijau melalui peningkatan sumber daya manusia berpendidikan tinggi di bidang pertanian, perikanan hingga ekowisata.
"Kotabaru punya segalanya dalam hal potensi sumber daya alam baik di daratan maupun di laut, maka daerah ini butuh peningkatan kualitas SDM untuk menyokong pembangunannya," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarmasin, Selasa.
Langkah nyata ULM telah ditunjukkan dengan berdirinya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kotabaru sejak tahun akademik 2025-2026.
Pada angkatan pertama PSDKU Kotabaru memiliki 50 mahasiswa yang tersebar di tiga program studi, yakni Akuakultur, Agribisnis, dan Pendidikan Khusus.
Baca juga: ULM laksanakan Program Bina Desa Berdampak transplantasi terumbu karang
Prof Alim menyebut dipilihnya tiga prodi itu sejalan dengan kebutuhan daerah untuk pengembangan ekonomi hijau yang inklusif.
Prodi Akuakultur misalnya, diharapkan dapat mencetak lulusan sarjana yang ahli di bidang budidaya perairan untuk teknik pemeliharaan, pengembangbiakan, dan panen biota air mulai ikan, udang, kerang hingga rumput laut.
Sementara Prodi Agribisnis mencetak sarjana pertanian modern dan bisnis terkait yang mencakup budidaya hingga pemasaran.
Sedangkan Prodi Pendidikan Khusus sebagai wujud daerah mengakomodir pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus tanpa terkecuali.
Rektor menegaskan ULM hadir melalui PSDKU sebagai bagian dari solusi yang tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga membangun sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Baca juga: Rektor ULM monitoring pengelolaan mangrove di Kotabaru
Apalagi ULM mendapatkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Hutan Produksi seluas 611 hektare di Kotabaru.
Melalui izin tersebut, ULM memiliki hak terhadap kawasan hutan mangrove untuk dikelola sebagai penyerapan dan penyimpanan karbon, budidaya perikanan, serta menjadi objek rekreasi atau wisata pendidikan.
"Ini potensi besar bagi sektor ekonomi daerah yang berkelanjutan bahkan ke depan kami kembangkan menjadi laboratorium mangrove tropis Indonesia sebagai pusat riset multidisiplin untuk menjawab tantangan lingkungan global," tambahnya.

