Ada beberapa desa yang kami dikunjungi untuk monitoring, di antaranya Desa Tanjung Sungkai, Desa Tanjung Pelayar, Desa Oka-Oka, dan Desa Teluk Tamiang,"

Banjarmasin (ANTARA) - Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad Alim Bachri melakukan monitoring ke beberapa titik lokasi mangrove yang dikelola pihak kampus itu di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

"Ada beberapa desa yang kami dikunjungi untuk monitoring, di antaranya Desa Tanjung Sungkai, Desa Tanjung Pelayar, Desa Oka-Oka, dan Desa Teluk Tamiang," kata dia di Banjarmasin, Selasa.

Di Desa Tanjung Sungkai, rektor dan rombongan mengecek bibit-bibit mangrove yang telah disiapkan untuk penanaman. 

Baca juga: KLH bersama ULM dan Freeport tata ekosistem mangrove dan kurangi sampah plastik
Baca juga: ULM berperan aktif pada konservasi mangrove

Bibit mangrove tersebut merupakan hasil budidaya yang dilakukan oleh ULM yang bersinergi dengan masyarakat desa setempat dalam rangka pemulihan lahan mangrove.

Diketahui sejak pertengahan tahun 2024, ULM melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri mendapatkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Hutan Produksi seluas 611 hektare di Kabupaten Kotabaru. 

Melalui izin tersebut, KBWM memiliki hak terhadap kawasan hutan mangrove untuk dikelola sebagai penyerapan dan penyimpanan karbon, budidaya perikanan, serta menjadi objek rekreasi atau wisata pendidikan.

Baca juga: ULM libatkan masyarakat konservasi mangrove berkelanjutan di Kotabaru

Rektor menyebut melalui budidaya mangrove ULM berkontribuasi secara nyata mendukung kebijakan ekonomi hijau pemerintah dalam rangka SDGs dan kelestarian lingkungan hidup.

Ke depannya, dia menyampaikan rencana pembuatan laboratorium mangrove tropis Indonesia di Kotabaru.

Diharapkan lahan mangrove yang dikelola ULM itu menjadi salah satu pusat penelitian dari berbagai pakar keilmuan dalam rangka memberi solusi terhadap berbagai persoalan terkait lingkungan hidup yang dihadapi dunia saat ini.



Pewarta: Firman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026