Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 514 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, guna memastikan keterjangkauan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pasokan dan stok pangan dalam kondisi aman untuk mensuplai kegiatan GPM, sehingga masyarakat bisa mengakses pangan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini mungkin pertama di bulan Februari (2026) stok kita 3,4 juta ton," kata Amran saat membuka GPM serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota yang dipusatkan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat.
Baca juga: Bapanas: Satgas pantau 9.138 titik, harga pangan mulai terkendali
ia menuturkan GPM diselenggarakan di seluruh Indonesia dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang dan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi hingga puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Dalam pelaksanaan GPM itu, Bapanas turut bersinergi dengan pemerintah daerah, BUMN pangan seperti Perum Bulog, aparat penegak hukum, serta pelaku usaha untuk memastikan distribusi, operasi pasar dan pengendalian harga berjalan efektif di seluruh wilayah.

Baca juga: Bapanas siapkan hotline pengaduan pelanggaran harga pangan jelang HKBN
Amran menyampaikan dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional hingga 3,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, diperkuat cadangan program SPHP sekitar 1,5 juta ton, masyarakat tidak perlu khawatir karena dapat membeli beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram untuk menjaga stabilitas pasar.
Selain beras, pemerintah mencatat ketersediaan minyak goreng sekitar 700.000 ton dengan HET Rp15.700 per liter, serta harga acuan daging ayam Rp40.000 dan sapi Rp140.000 per kilogram.
Melalui GPM, lanjut Amran, pemerintah menyalurkan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, aneka cabai, telur, dan komoditi lainnya kepada masyarakat dengan harga terjangkau guna menekan gejolak pasar, sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadhan di berbagai daerah.
Dia juga menegaskan pengawasan distribusi diperkuat bersama Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, dengan fokus pada produsen serta distributor agar pasokan lancar dan harga sesuai ketentuan di seluruh wilayah menjelang Ramadhan.
Bapanas berharap pelaksanaan GPM serentak di 514 kabupaten dan kota mampu menjaga stabilitas pangan, memperkuat ketahanan nasional, serta memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau secara merata di seluruh Indonesia.
Baca juga: Bapanas tekankan intervensi pasar di NTB demi stabilitas harga pangan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bapanas jaga pangan stabil jelang Ramadhan lewat GPM di 514 kab/kota
