Banjarmasin (ANTARA) - Laboratorium bidang Teknik Sipil dan Kebumian Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan segera meraih pengakuan berstandar internasional, yakni ISO/IEC 17025:2017.
Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian Poliban Reza Adhi Fajar di Banjarmasin, Senin, mengungkapkan, dalam upaya meningkatkan mutu layanan laboratorium berstandar internasional tersebut, pihaknya mendapatkan pendampingan dan bimbingan teknis dari tim Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN) Pusat.
Kegiatan pendampingan dan bimbingan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 9–10 Maret 2026, dihadiri oleh Direktur Poliban, Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian, Sekretaris Jurusan, Kepala Laboratorium, serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP).
Menurut Reza, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pendampingan yang telah memasuki tahun kedua guna memastikan seluruh tahapan pemenuhan standar berjalan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku untuk skema atau ruang lingkup spesifik berstandar global.
Melalui kegiatan ini, jelas dia, berbagai aspek penting dalam pengelolaan laboratorium, mulai dari sistem manajemen mutu, pengelolaan peralatan, hingga kompetensi sumber daya manusia laboratorium, dibahas dan diperkuat sebagai bagian dari kesiapan menuju standarisasi internasional.
Dinyatakan Reza, melalui kegiatan ini diharapkan Laboratorium Teknik Sipil dan Kebumian Poliban semakin memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan vokasi berkualitas dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Pendampingan ini juga sejalan dengan visi Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian Poliban, yaitu menjadi yang terdepan dalam mencetak tenaga teknis lapangan untuk pekerjaan infrastruktur berskala besar.
Sehingga, lanjut dia, ke depan kualitas praktik, pengujian, serta penelitian terapan di bidang teknik sipil semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur strategis di secara nasional dan global.
Direktur Poliban Joni Riadi menyatakan, sebagai perguruan tinggi vokasi utama yang telah berdiri sejak tahun 1987, Poliban telah dikenal sebagai salah satu rujukan utama pendidikan vokasi di wilayah Kalimantan.
Dalam hal ini, ungkap dia, Poliban juga telah memiliki pengakuan internasional (ISO 9001:2009) sejak tahun 2011 untuk proses akademik, dan saat ini Poliban juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium berstandar global.
Lebih jauh, dikatakan dia, kegiatan ini turut mendukung arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita Keempat Presiden Prabowo yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Penguatan laboratorium pendidikan kata dia, menjadi salah satu elemen penting dalam mencetak tenaga vokasi yang memiliki keterampilan teknis tinggi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia industri dan pembangunan.
