Banjarmasin (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengupas secara ilmiah ajaran dan aliran menyimpang dari pemahaman ajaran Islam, terutama paham Ahli Sunnah wal Jamaah.
Kegiatan bertajuk seminar ilmiah tersebut bekerjasama dengan Sekolah Tinggal Agama Islam (STAI) Al-Jami Banjarmasin yang dilaksanakan Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Kota Banjarmasin di Banjarmasin, Senin.
Baca juga: MUI Banjarmasin berbagi kiat sukses karir rumah tangga dalam agama
Ketua Komisi MUI Banjarmasin Dr Akhyar Rasyidi menyampaikan, tidak bisa dipungkiri banyak terdeteksi berbagai ajaran agama menyimpan di negeri ini, tidak terkecuali di Kota Banjarmasin, demikian juga paham radikal.
Karenanya, MUI Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan ini sebagai respon untuk membentengi masyarakat dari berbagai ajaran dan aliran yang berpotensi menyimpan tersebut dengan paham agama yang betul-betul diwariskan Rasulullah SAW.
Akhyar menyampaikan, sejumlah narasumber dari ulama dan intelektual Islam berhadir dalam seminar ilmiah, termasuk para mahasiswa STAI Al-Jami juga jajaran MUI Banjarmasin sekaligus berdiskusi.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Banjarmasin termotivasi dengan Fatwa MUI
"Kita kupas secara tuntas potensi ajaran sesat di sini dari pandangan ilmu agama dan sosial," ujarnya.
Sebagai Ketua STAI Al-Jami, Akhyar menyampaikan kampus juga sangat memperhatikan pendidikan agama agar semua mahasiswa memiliki akidah sesuai jalur, yakni Ahli Sunnah Wal Jamaah.
"Sesuai visi dan misi kampus kita menciptakan sumber daya calon guru agama yang berakidah benar dan ahli Sunnah wal Jamaah," ujarnya.
Kegiatan ini juga jadi kesempatan bagi dosen dan mahasiswa STAI Al-Jami untuk lebih memperdalam ilmu agama dari pakarnya.
"Insya Allah, semuanya ingin berjuang demi menegakkan akidah ahli Sunnah wal Jamaah di kota ini," ujarnya.
Baca juga: MUI Banjarmasin kaderisasi ulama berwawasan dan moderat
