Ketua Komunitas Literasi Banua Zidan saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Rabu, mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak usia 7–12 tahun di Barito Kuala, Banjarmasin, dan Banjarbaru dengan menggandeng komunitas Literasi Banua.
Baca juga: PLN Kalselteng bantu warga pasang baru listrik gratis di Banjarmasin
Salah satu dukungan yang diberikan PLN, antara lain bantuan motor listrik yang difungsikan sebagai perpustakaan keliling lengkap dengan berbagai buku bacaan dan fasilitas pendukung, sehingga mampu menghadirkan cara belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan mudah dijangkau.
Selain itu, program Mentari menerapkan metode pengajaran yang interaktif dengan mengajak anak-anak belajar melalui permainan edukasi, dialog dua arah, serta aktivitas yang mendorong mereka berpikir kritis.
Zidan juga mengapresiasi dukungan PLN UID Kalselteng yang memungkinkan program ini berjalan secara konsisten.
Menurutnya, kemampuan literasi anak tidak cukup hanya berhenti pada mengenal huruf dan membaca kalimat, tetapi juga memahami makna di balik bacaan.
Zidan mengaku terpanggil membantu meningkatkan literasi generasi muda karena hasil observasi menunjukkan mereka masih fokus diajarkan membaca tanpa memahami konteks.
"Alhamdulillah dengan bantuan PLN, program ini dapat terlaksana dan menjangkau lebih banyak anak,” kata Zidan.
Lebih lanjut, Zidan menambahkan bahwa metode yang digunakan dalam kegiatan Mentari turut mencakup permainan edukatif yang mengasah kemampuan berpikir anak. Aktivitas tersebut terbukti menarik perhatian dan membuat proses belajar menjadi lebih hidup.
“Kami menghadirkan interaksi dua arah lewat permainan edukasi dan ada juga lomba menulis cerita sebagai wadah mengembangkan imajinasi mereka,” tambah Zidan.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin dan PLN cek kesehatan gratis bagi lansia dhuafa

Baca juga: Govt starts construction of 7 initial waste-to-energy plants in 2026
Diketahui, dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SD Negeri Komet 1 Banjarbaru, Yunita Yuliarni yang mana dia menyampaikan bahwa Mentari membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas belajar siswa.
“Terima kasih atas program Mentari ini, karena kegiatan seperti ini sangat membantu anak dalam memperluas wawasan dan meningkatkan semangat belajar,” jelasnya.
Dia berharap program serupa dapat terus dijalankan demi memperkuat pendidikan di Kalimantan Selatan, terutama Kota Banjarbaru.
Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng Faharudin Fajar menegaskan Mentari merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan program PLN Peduli yang mendukung tumbuhnya hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.
“Program TJSL bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian dan saling menjaga di masyarakat, termasuk terhadap aset PLN,” tutur Fajar.
Baca juga: Kalsel kemarin dari program "Power Hero" hingga implementasi KKI
Dia juga menyebutkan bahwa PLN memiliki tanggung jawab yang sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kalselteng.
“Kami menjalankan banyak program yang intinya mendorong peningkatan pendidikan, baik melalui TJSL maupun YBM. Harapannya, semakin banyak anak mendapat akses belajar yang baik dan merata,” ucapnya.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Program Mentari.
“Terima kasih kepada semua pihak yang menjalankan program ini seperti instansi pendidikan, komunitas Literasi Banua, dan tim TJSL PLN., dan kami berharap Mentari menjadi gerakan bersama yang terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ucap Iwan.
Melalui Program Mentari, PLN UID Kalselteng menegaskan komitmennya mendukung percepatan peningkatan literasi di daerah serta mewujudkan generasi muda yang lebih percaya diri, cakap, dan berwawasan luas.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret PLN dalam menghadirkan energi dan perubahan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Baca juga: PLN luncurkan Program "Power Hero" beri diskon 50 persen tambah daya
