Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) H Hasnuryadi Sulaiman berharap, partai politik atau keluarga besar beringin terutama di provinsinya tetap dapat berkarya untuk kemaslahatan bersama rakyat.
"Selain itu, kita harapkan agar Golkar tetap bersama rakyat," ujar Hasnur (panggilan akrabnya), usai syukuran 61 tahun Partai Golkar di Sekretariat DPD Partai Golkar Kalsel - Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin malam.
Baca juga: Hasnuryadi Calon Kuat Wali Kota
Putra almarhum H Abdussamad Sulaiman bin H Basirun (toloh Partai Golkar) itu menyatakan, syukuran yang ditandai dengan shalat hajat sebagai salah satu tanda syukur kepada Allah SWT sehingga Partai Golkar berusia 61 tahun.
"Eksistensi Golkar hingga berusia 61 tahun atas kebersamaan yang terjalin/terpelihara dengan harmonis. Kita harapkan hal ini tetap berlangsung," ujar Hasnur yang juga Wakil Gubernur Kalsel didampingi Ketua Harian DPD Partai Golkar provinsi setempat, H Supian HK.
Selain ifu, berkat peran pada pendahulu Partai Golkar, sehingga sepatutnya pula berterima kasih kepada beliau-beliau, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal dunia, lanjut "owner" PS Barito Putera tersebut.
Oleh sebab itu pula, sebagai tanda syukur kepada Allah SWT pada acara syukuran 61 tahun Partai Golkar juga berbagi antara lain dengan pondok pesantren serta panti asuhan/anak yatim, memberi penghargaan kepada pendahulu sebagai apresiasi dan terima kasih, lanjut Hasnur.
Mengakhiri keterangan persnya, dengan nada rendah, Hasnur tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terhadap dirinya dalam mengemban tugas, baik ketika memimpin Golkar Kalsel maupun sebagai Wagub setempat dan lainnya untuk kemajuan Banua.
Sebagai catatan, Partai Golkar di Kalsel sejak Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 1971 sampai 2024 sebagai pemenang, karenanya berhak menduduki jabatan Ketua DPRD provinsi setempat. Contoh hasil Pemilu 2024 dari 55 keanggotaan DPRD Kalsel sebanyak 12 orang Golkar.
Selebihnya, Partai Nasdem sepuluh orang, Gerindra delapan, Parta Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing enam orang, kemudian PDI Perjuangan dan Demokrat masing-masing tiga, serta seorang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
