Selasa, 24 Oktober 2017

Bupati HSU Malu Ada Warga Yang Dipasung

id Bupati HSU, warga dipasung, Rumah Sakit Pambalah Batung Amuntai, Bupati Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Abdul Wahid
 Bupati HSU Malu Ada Warga Yang Dipasung
(Antaranews Kalsel/dok.)
Memasung orang yang mengalami keterbelakangan mental atau gangguan jiwa melanggar hak azasi manusia, hendaknya segera dibawa berobat ke Rumah Sakit Daerah Pambalah Batung karena sudah ada dokter spesialis jiwa,
Amuntai (Antaranews Kalsel) - Bupati Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Abdul Wahid mengatakan dia merasa sangat malu jika masih ada warga yang dipasung dengan alasan keterbelakangan mental.

Menurut Bupati di Amuntai Kamis,  pemasungan terhadap warga yang mengalami gangguan mental, sangat melukai rasa kemanusiaan serta bukti kurangnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Mengantasi agar HSU bebas dari praktik pemasungan, Wahid meminta kepala desa terus memantau kondisi warganya, terutama yang mengalami keterbelakangan mental agar segera dilakukan perawatan ke Rumah Sakit Pambalah Batung Amuntai.

"Memasung orang yang mengalami keterbelakangan mental atau gangguan jiwa melanggar hak azasi manusia, hendaknya segera dibawa berobat ke Rumah Sakit Daerah Pambalah Batung karena sudah ada dokter spesialis jiwa," ujar Wahid.

Menurut Wahid, dirinya bisa memahami, jika pihak keluarga merasa malu membawa berobat kerabatnya yang memiliki keterbelakangan mental, namun demikian tidak ada jalan lain selain membawanya berobat, apalagi biayanya bisa ditanggung melalui BPJS atau Kartu Sehat Amuntai.

"Bukan hanya keluarga, pemerintah daerah juga merasa malu apabila masih terdapat warganya yang dipasung, karena semua itu menyangkut rasa kemanusiaan serta bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat," katanya.

Pernyataan Bupati tersebut, menanggapi adanya korban meninggal akibat kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu yang terjadi di Desa Ujung Murung Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Bupati HSU menyerahkan bantuan sosial dari Pemda HSU berupa uang tunai, sembako dan peralatan dapur kepada masing-masing kk yang menjadi korban dan berharap para korban sabar dan tawakal menghadapi ujian ini.

"Bantuan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah semoga harta benda yang hilang diganti Allah dengan yang lebih baik," kata Bupati.

Camat Amuntai Selatan Khairussalim mengatakan, korban meninggal bernama Tati binti Samran. Saat musibah kebakaran terjadi, korban ditinggal sendiri dirumah oleh kerabatnya, sehingga ketika musibah kebakaran terjadi korban tidak sempat diselamatkan.

Kepala Desa Ujung Murung Marlani melaporkan sebanyak empat buah rumah warga hangus 100 persen dan satu rumah mengalami kerusakan 80 persen, akibatnya sebanyak lima kepala keluarga (kk) atau 10 jiwa kehilangan tempat tinggal dengan satu korban meninggal.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga