"Kemudian tersangka langsung mengejar ke dalam rumah korban dan langsung mengayunkan parang miliknya ke arah korban hingga korban mengalami luka di bagian tangan sebelah kiri dan bagian kepala sebelah kanan hingga telinga," ungkapnya.
Baca juga: Pria asal HSS dijebloskan ke penjara usai jambret tas wanita di Tapin
Dijelaskan Agung saat Sailillah terkena serangan mematikan dari tersangka ini, anak laki-laki korban Wardana Sanjaya yang masih berusia 16 tahun mencoba melakukan pertolongan menggunakan senjata berupa samurai.
"Anak korban keluar dari kamar dan membantu korban, kemudian saat tersangka melihat anak korban keluar dari kamar sambil membawa samurai, tersangka langsung mengayunkan parang ke arah anak ini," jelas Agung.
Perlawanan Wardana tak bergeming bagi pelaku yang lebih tua itu, akhirnya anak inipun turut menjadi korban dengan luka berat di bagian tangan sebelah kiri dan badan sisi kanan akibat tebasan parang.
Agung mengatakan usai melukai ayah dan anak ini, pelaku langsung kabur dari lokasi kejadian perkara (TKP) di Desa Bundung RT 001/RW 001 Kecamatan Bakarangan.
Baca juga: Polres Tapin perketat keamanan saat Ramadhan