Balangan, (Antaranews Kalsel) - Proses pencarian, identifikasi hingga pemulangan jenazah almarhum Nenek Sitat alias Nenek Iyut (80) warga Desa Kupang, Lampihong, Kabupaten Balangan, yang menjadi korban mutilasi, melibatkan sembilan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kasus Nenek Iyut bukan hanya menghebohkan warga Kabupaten Balangan, namun telah meluas hingga menghebohkan sembilan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan.
Bagaimana tidak, mulai dari pencarian sejak dinyatakan hilang pada Selasa (20/9) lalu, pencarian melibatkan anggota Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah serta Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dan Tim Rescue dari Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, serta Tapin.
Selang 16 hari kemudian, pada Kamis (6/10) bagian kepala, tubuh dan tangan kanan Nenek Iyut ditemukan di Kabupaten Batola, tepatnya di Sungai Nagara, Desa Bahlayung, yang berjarak ratusan kilometer dari Kabupaten Balangan, selanjutnya ditangani Polsek Bakumpai, dan Polres Barito Koala (Batola).
Belum cukup sampai disitu, Jumat (7/10) giliran warga Kabupaten Tapin, yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Balangan digegerkan dengan penemuan sepasang kaki mengapung di sungai Margasari, selanjutnya ditangani oleh Polres Tapin.
Setelah dilakukan pemeriksaan forensik dan outopsi di RSUD Ulin Banjarmasin, jenazah yang ditemukan di Batola dan sepasang kaki yang ditemukan di Tapin diyakini merupakan satu korban, yaitu jenazah Nenek Iyut, warga Desa Kupang, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.
Proses identifikasi melibatkan tiga kepolisian resort di Kalimantan Selatan, dengan dikawal puluhan mobil ambulance emergency dan barisan pemadam. dari Gambut Kabupaten Banjar, Landasan Ulin Kota Madya Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Balangan.
Selanjutnya, Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, mengantarkan jenazah Nenek Iyut hingga tiba di Desa Kupang, Kecamatan Lampihong, Sabtu (8/10) dinihari sekitar pukul 00.00 wita.
Setiba di Desa Kupang, Kecamatan Lampihong, jenazah langsung diturunkan di Langgar Alhidayah setempat untuk disholatkan oleh warga, selanjutya langsung dimakamkan di pemakaman keluarga sekitar pukul 00.50 wita.
Kedatangan jenazah dari RSUD Banjarmasin hingga pemakaman disambut oleh ratusan warga Balangan, dengan pengawalan anggota Kepolisian Resort Balangan.
