Banjarmasin (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar menyampaikan "Pamor Borneo 2023" menjadi kesempatan emas bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk dikenal secara luas pada tingkat nasional maupun dunia.
Sebab, ungkap dia, kegiatan ini akan banyak menjadi perhatian masyarakat di Indonesia hingga mancanegara yang sedang melancong ke Jawa Timur.
Dipaparkan Roy, gelar Pamor Borneo 2023 ini dari kolaborasi Kantor Perwakilan BI Kalsel dengan Pemprov Kalsel di luar daerah.
"Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian daerah melalui sektor UMKM dan lainnya seperti seni budaya dan pariwisata," ucapnya.
Roy menyampaikan jika momentum pelaksanaan Pamor Borneo ini ada banyak agenda yang akan dilaksanakan, selain pameran, ada juga penampilan kesenian budaya kemudian memperlihatkan bisnis-bisnis lainnya.
“Ini yang perlu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kalsel pahami, pastikan dengan koordinasi bersama dinas terkait termasuk pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan mana yang punya potensial untuk dipamerkan di kegiatan Pamor Borneo tersebut," katanya.
Baca juga: Sebanyak 19 UMKM Kalsel ikut Pamor Borneo di Jakarta
Roy menyatakan, kegiatan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk memperkenalkan potensi daerah, sehingga diharapkan pula ada investor potensial tertarik untuk bekerja sama.
"Jika memang sudah memiliki potensi investasi seperti pengolahan oli bekas, limbah sudah ada potensi investornya siapa maka hadirkan di acara tersebut lalu lakukan kesepakatan buat kerja sama," kata Roy.
Menurut dia, rencana pembangunan hotel bintang lima di Banjarbaru juga disebutkan jika memang sudah ada investor yang siap untuk membangun itu, maka segera diadakan pertemuan dan lakukan negosiasi sampai dengan kesepakatan.