Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertambangan dan Energi terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya di beberapa daerah terpencil yang hingga kini belum terjangkau oleh PLN.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Kustono Widodo, di Banjarmasin, Rabu, mengungkapkan sejak 2001 Provinsi Kalimantan Selatan telah mengembangkan PLTS baik melalui dana APBN maupun APBD.
Berdasarkan data Distamben, kini total PLTS yang telah terbangun mencapai 8.019 unit, yaitu 6.511 unit dari bantuan APBN dan 1.508 unit dari APBD.
Pada 2014, melalui dana APBD Pemprov Kalsel bakal mengembangkan PLTS sebanyak 150 unit, untuk di beberapa kabupaten di Kalsel.
Sedangkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya komunal pada 2013, yaitu di daerah Loksado Desa Tumingki sebanyak 15 KW, kemudian di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kecamatan Hantakan sebanyak 25 KW, tepatnya di Desa Hinas Kanan.
Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Utara Kecamatan Danau Panggang Desa Kindungan, sebanyak 5 kw, kemudian Kabupaten Tabalong Kecamatan Benteng Ara, Desa Danbung Raya sebanyak 15 kw, Kabupaten Kotabaru di Kecamatan Pamukan Selatan 15 kw dan Pulau Laut Timur sebesar 15 KW.
Sedangkan realisasi pembangunan PLTS komunal untuk 2014 yaitu di Kabupaten Kotabaru dengan kapasitas daya sebesar 15 KWP dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 15 KWP.
"PLTS komunal dengan kapasitas 15 KW mampu menerangi 60 hingga 80 rumah," katanya.
Sehingga, bila PLTS komunal tersebut bisa terus dikembangkan, akan mampu membantu mengatasi kekurangan energi listrik, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh PLN.
Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan Provinsi Kalsel, kondisi kelistrikan di daerah ini yaitu, total kapasitas pembangkit mencapai 546,45 MW dengan panjang transmisi sepanjang 1.091,98 Kms dan panjang jaringan distribusi sepanjang 7.059,98 Kms.
Sistem kelistrikan tersebut, terinterkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Hingga kini, ratio elektrifikasi (RE) Kalsel hingga Mei 2014 telah mencapai 82,1 persen atau lebih tinggi dibanding ratio elektrifikasi (RE) Nasional 80,4 persen.
Sedangkan untuk rasio desa berlistrik (RD) Kalsel telah mencapai 95,5 persen jauh lebih tinggi dibandingkan rasio desa berlistrik (RD) nasional sebanyak 70 persen.
Jumlah Desa Kalsel sebanyak 1.998 desa dan jumlah desa sudah berlistrik sebanyak 1.908 desa, sehingga jumlah desa yang belum berlistrik tinggal 90 desa.
