Perajin batik khas saijaan atau Kotabaru di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan mulai kebanjiran pesanan.
Perajin batik khas Kotabaru Ahmad Kusairin, Senin, mengatakan, pihaknya kini sedang mengerjakan pesanan seragam batik untuk peringatan hari jadi Kotabaru 1 Juni 2011.
"Makanya para pembatik bekerja siang hingga malam," jelasnya. Rencannya pada peringatan hari jadi Kotabaru nanti pegawai di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan mengenakan pakaian seragam batik khas Kotabaru.
Tahap awal ini, kami mengerjakan sekitar 500 potong, dan tidak menutup kemungkinan bisa mencapai 6.000 potong. Rata-rata pekerja hanya mampu membatik satu potong dengan ukuran sekitar empat meter.
Sementara pekerja batik di mes Kotabaru sekitar 40 orang pembatik.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasinal Daerah (Dekranasda) Kotabaru Hj Sri Maria Ningsih, mengatakan, industri batik Kotabaru akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.
"Motif batik yang akan dikembangkan khas Kotabaru, dan ini merupakan ide dari tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setelah melakukan perjalanan ke beberapa wilayah di Indonesia," terangnya.
Ningsih menambahkan, batik lokal tersebut nantinya akan dijadikan produk unggulan untuk Kotabaru.
Hasilnya, lanjut dia, akan dijadikan souvenir khas dari Kotabaru selain ikan Todak Sa-Ijaan. Tahap awal, batik yang akan dikembangkan sebanyak tiga motif, dari sembilan motif yang direncanakan.
Motif Paris Barantai, Kembang Sigam dan juga Kembang Pohon Kayu Kuku. Sedangkan bahan baku yang akan digunakan, akan didatangkan dari Solo dengan jenis kain serat alam, katun, sutra serta kain sintesis.
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani mendukung rencana produksi batik lokal untuk mengangkat budaya daerah. "Ke depan, batik ini bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat," imbuhnya./C/C
