Tanjung (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, akan melakukan pemetaan tenaga kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Kelua di Desa Pudak Setegal, Kecamatan Kelua.
Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Tabalong Fauzan menyebutkan untuk percepatan operasional rumah sakit Kelua pengisian pegawai bisa dilakukan lewat jalur mutasi.
"Saat ini kita belum menerima usulan resmi, analisis jabatan, dan analisis beban kerja dari Dinas Kesehatan terkait jumlah dan jenis tenaga yang dibutuhkan," jelas Fauzan, Rabu.
Baca juga: Bupati Tabalong targetkan RS Kelua beroperasi tahun 2026
Selain itu, pihaknya belum bisa menempatkan SDM sebelum ada legalitas terkait kelembagaan RS Kelua yang diresmikan Desember 2025 oleh Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani dan Wabup Habib Muhammad Taufani Alkaf.
Kebutuhan pegawai RS Kelua juga direkrut melalui jalur CPNS namun memerlukan waktu panjang mulai usulan ke Kemen-PANRB, seleksi dan diperkirakan baru terealisasi tahun 2027.
Selanjutnya BKPSDM setempat akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Bagian Organisasi (terkait kelembagaan) untuk mempercepat pemetaan SDM dan penyelesaian aspek legalitas agar rumah sakit bisa segera operasional.
Rumah Sakit Kelua merupakan rumah sakit Pratama Tipe D yang dibangun di atas lahan seluas empat hektare untuk memberikan pelayanan kesehatan warga Kecamatan Kelua dan sekitarnya.
Kecamatan Kelua sendiri berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan merupakan kawasan perkotaan yang sangat potensial untuk beroperasinya rumah sakit yang memiliki layanan rawat inap.
Baca juga: DKPPTPH Tabalong bangun empat embung sepanjang 2025
Baca juga: Program jembatan dan jalan mantap di Tabalong capai 65 persen
