Tanjung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Tanaman Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, telah membangun empat embung guna mencukupi ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Kabid Prasarana DKPPTPH Kabupaten Tabalong Rahmani mengatakan pembangunan embung dari dana APBD 2025 mencakup Desa Masingai I Kecamatan Upau, Desa Catur Karya, Desa Kembang Kuning Kecamatan Haruai dan Desa Uwie Kecamatan Bintang Ara.
"Pembangunan embung hanya bersumber dari APBD Kabupaten Tabalong 2025, tidak ada bantuan pemerintah provinsi maupun pusat," jelas Rahmani, Rabu.
Baca juga: H Fani-Habib Taufan prioritaskan sektor pertanian di Tabalong
Baca juga: Kelembagaan Ekonomi Petani Tabalong raih terbaik tingkat Kalsel
Selain embung, prasarana pertanian yang telah dibangun di tahun anggaran 2025, yakni irigasi tersier di Desa Jaro, Kecamatan Jaro, Desa Pangelak Kecamatan Upau, dan Desa Mahe Pasar, Kecamatan Haruai.
Kemudian optimalisasi lahan rawa dengan luasan mencapai 614 hektare dan program cetak sawah.
Tahun lalu DKPPTPH setempat mengusulkan 755 hektare untuk cetak sawah rakyat tersebar di 19 desa dan tujuh kecamatan.
"Untuk realisasi program cetak sawah kita masih melakukan pendataan, karena bencana banjir sejumlah lahan belum bisa dimanfaatkan," tambah Rahmani.
Di tahun anggaran 2026, Bidang Prasarana merencanakan pembangunan satu embung di Desa Halong, Kecamatan Haruai, dan tujuh irigasi yakni Desa Jaro (2 irigasi), Desa Habau, Desa Mangkusip, Desa Muang, Desa Hayup dan Desa Masingai 2.
"Kita juga akan bangun jalan usaha tani di sembilan titik pada APBD Kabupaten Tabalong 2026," jelas Rahmani.
Baca juga: DKPPTPH Tabalong tebar 500 kilogram ikan mas untuk lomba mancing
