Tanjung (ANTARA) - PT Alamtri Minerals Indonesia bersama  Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah meluncurkan program Gerakan Remaja Lawan Pernikahan Dini (GEBRAKAN NINDI) sebagai langkah nyata melawan pernikahan dini  yang berdampak pada stunting, gangguan kesehatan mental, dan kemiskinan struktural.

Community Development Section Head PT Alamtri Minerals Indonesia, Riawan Ma’aruf mengatakan  persoalan pernikahan dini tak lepas dari pengaruh sosial budaya yang masih kuat di tengah masyarakat.

Baca juga: DP3A dan Polres kolaborasi cegah pernikahan dini di Tapin

“Kami hadir untuk mendukung perubahan cara pandang ini secara kolektif," jelas Riawan daam rilis yang disampaikan YABN, Selasa (29/7/2025).

Meski akses pendidikan sudah  terbuka, tapi norma dan tekanan lingkungan masih menjadi penghalang sehingga banyak  remaja kehilangan semangat belajar karena faktor komunitas. ,
 
Program edukatif dan transformatif ini menyasar kelompok remaja, guru, dan orang tua di  Kecamatan Laung Tuhup dan Barito Tuhup Raya. 

Tak hanya fokus pada edukasi, GEBRAKAN NINDI juga membangun ekosistem positif yang mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik.

Pelatihan perdana dimulai dengan pemberdayaan guru dari tujuh sekolah  dengan materi soal pemahaman  dampak pernikahan dini serta strategi pendidikan karakter dan perlindungan anak berbasis sekolah pada 21–22 Juli 2025

 Selanjutnya, pada 23–24 Juli 2025, giliran para siswa mendapatkan pelatihan dengan pendekatan edukasi sebaya yang mendorong mereka memahami pentingnya menjaga masa remaja, menunda pernikahan, serta meningkatkan literasi kesehatan dan cita-cita.

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan program penanganan pernikahan dini.

“Kami sangat mendukung program GEBRAKAN NINDI karena pernikahan dini  akar dari berbagai persoalan, mulai dari stunting hingga keterpurukan ekonomi dan mental," jelas Rahmanto.

 GEBRAKAN NINDI juga merancang serangkaian program lanjutan untuk memperkuat ketahanan remaja dan keluarga terhadap risiko pernikahan usia anak, antara lain kelas parenting, 
GEMAR (Gerakan Menjaga Kesehatan Remaja), SENTAUSA (Sekolah Tangguh Remaja Sejahtera) dan lomba inovasi pencegahan pernikahan dini.

Baca juga: Kemenag Kalsel perkuat KUA untuk menyikapi tingginya pernikahan dini

Di kelas parenting berupa pemberian wawasan  dan pemahaman  orangtua  seputar bahaya pernikahan dini dan praktik pengasuhan positif.

Dengan semangat kolaboratif lintas sektor, GEBRAKAN NINDI diharapkan bisa  berkembang menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mampu membangun generasi muda Murung Raya yang sehat, berdaya, dan siap bersaing di masa depan.
 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026