Wamendiktisaintek: Mahasiswa harus terlibat riset tingkatkan daya saing
Kamis, 19 Juni 2025 5:09 WIB

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof. Stella Christie (kanan), Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (kedua kanan), dan Dirjen Riset dan Teknologi Kemendiktisaintek Dr. Ahmad Najib Burhani (ketiga kiri) mengamati salah satu inovasi riset unggulan pada sektor pertanian di Kampus Politeknik Pertanian Negeri (Poltani) Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (18/6/2025). (ANTARA/HO-LLDIKTI XI Kalimantan)
Selain itu, kelapa sawit sebagai produk global terkait penggunaan pupuk organik yang bisa menurunkan serangan penyakit terhadap kelapa sawit akan secara signifikan meningkatkan produktivitas kelapa sawit dan berdampak besar pada peredarannya di dunia.
Wamen Stella juga menekankan penting fokus riset agar memudahkan proses hilirisasi atau tidak tersebar.
"Fokus yang dimaksud adalah fokus pada masalah dan fokus pada pertanyaan,” tegasnya.
Ia menambahkan riset yang fokus akan lebih mudah dikembangkan bersama industri dengan skala lebih besar.
Baca juga: UNISM Banjarmasin tampilkan karya mahasiswa pada Festival Kampus Berdampak
Dikatakan Stella, Kemendiktisaintek mendorong ekosistem riset perguruan tinggi sebagai kebijakan strategis menjadi lebih inklusif dan berbasis pembelajaran langsung.
Menurut Wamen Stella, mahasiswa harus diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif pada riset yang dilakukan dosen karena hal ini akan memperkuat pemahaman mereka terhadap isu riil dan membentuk keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan problem solving sejak dini.
Kehadiran Wamendiktisaintek kali ini menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memperkuat ekosistem riset dan teknologi di daerah.
Pemerintah memandang kampus vokasi sebagai pusat penciptaan solusi berbasis sains yang kontekstual dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Prof. Stella pun sempat mengunjungi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Samarinda yang dipilih menjadi Sekolah Garuda.
Diketahui, Sekolah Garuda merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo untuk mengembangkan talenta sains dan teknologi Indonesia.
Baca juga: Mendiktisaintek amanatkan Hardiknas momen refleksikan arah bangun pendidikan