Merawat Pesanggrahan Mandiangin Tahura Sultan Adam
- 30 Agustus 2025 09:44
Seorang petugas membersihkan kawasan Situs ke-18 Geopark Meratus Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani
Seorang petugas membersihkan kawasan Situs ke-18 Geopark Meratus Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani
Seorang pengendara sepeda motor melintasi Situs ke-18 Geopark Meratus Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani
Seorang pengunjung memotret Situs ke-18 Geopark Meratus Garasi Mobi Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat penyimpanan kendaraan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani
Salah satu petugas (kiri) melayani pengunjung membeli cendera mata di Situs ke-18 Geopark Meratus Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani
Seorang pengunjung memasuki Situs ke-18 Geopark Meratus Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani
Suasana kawasan Situs ke-18 Geopark Meratus Pesanggrahan Belanda Mandiangin Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/8/2025). Situs tersebut merupakan bangunan peninggalan pejabat Belanda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pada 1939-1942, direnovasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kini masuk dalam status UNESCO Global Geopark. ANTARA/Tumpal Aritonang Andani