"Forum ini merupakan langkah awal dengan membawa semangat lintas generasi bahwa keadilan ekologi di HST bukan sekadar isu, melainkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan bersama," kata Koordinator Gusdurian Barabai Fahriansyah di Barabai, Jumat.
Baca juga: Kementerian LH pendampingan bank sampah digital Ratikita.id di HST
Dalam forum ini menghadirkan pemantik diskusi dari berbagai latar belakang, antara lain Ketua PC Nahdlatul Ulama HST H. Idi Amin, Ketua PD Muhammadiyah HST Muhammad DN, Anggota DPRD HST Komisi II Hj. Laila Ernawati, penggiat lingkungan M. Hidayatullah, serta Ketua Kohati Barabai Aulin Safitri.
Fahri menyatakan, pihaknya menyediakan forum ini menyasar organisasi kepemudaan (OKP) dan lintas agama dan lembaga dengan satu tujuan utama menyuarakan keadilan ekologi di Kabupaten HST.
Ketua PC NU HST H. Idi Amin menegaskan dimensi spiritual dalam menjaga ekosistem.
“Merawat lingkungan adalah bagian dari iman. Jika alam rusak, manusia juga yang menanggung akibatnya,” ujarnya.
Pandangan ini juga senada dengan Ketua PD Muhammadiyah HST Muhammad DN, yang menekankan bahwa agama tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab sosial dan ekologis.
"Tanggung jawab kita bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam menjaga lingkungan dan bumi ini" ujarnbu.
Baca juga: Ratikita.id bersihkan lingkungan di Pagat HST dukung FOLU Net Sink 2030
Dari sisi kebijakan, Hj. Laila Ernawati menyoroti penting peran DPRD dalam memastikan regulasi benar-benar berpihak pada kelestarian lingkungan.
“Perihal ini juga termasuk dalam RPJMD kami, namun kita perlu memperkuat dengan melibatkan masyarakat langsung dalam kesadaran menjaga lingkungan sendiri,” tegasnya.
Penggiat lingkungan M. Hidayatullah mengingatkan kondisi nyata di lapangan, mulai dari perubahan alam, pencemaran air, hingga praktik pemanfaatan alam yang tak ramah lingkungan.
Pria sapaan Dayat ini juga mendorong semua pihak ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan mulai dari lingkungan terdekat melalui aksi kecil maupun gerakan kolektif untuk lingkungan.
"Kita tahu Kabupaten HST masih komitmen tidak melakukan pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit. Ini merupakan tantangan bagi kita, khususnya generasi muda untuk tetap mempertahankan hal itu demi kelestarian lingkungan untuk anak cucu ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Aulin Safitri dari Kohati Barabai menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya perempuan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Perempuan dan pemuda memiliki energi besar untuk mendorong perubahan, menyuarakan aksi peduli Ekologi. Semoga semakin banyak generasi muda yang tergerak peduli lingkungan," ungkapnya.
Baca juga: Bupati dan Wabup HST pimpin peringatan hari lingkungan hidup se dunia 2025
