Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Zainuddin Rais mengingatkan kaum Muslim jangan lupakan Allah, kapan pun dan apapun pekerjaan, dalam tausiyahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Sabtu pagi.
"Pasalnya sebagaimana pendapat Imam Ghazali bahwa pekerjaan semasa hidup bisa membayang-bayangi saat menjelang kematian atau ketika mau menghembuskan nafas terakhir," ujar Tuan Guru Zainuddin Rais.
Sebagai contoh kalau semasa hidup melakukan maksiat, maka pekerjaan itulah yang membayang-bayangi saat "sakaratul maut" (ajal menjemput) sehingga lupa dengan Allah.
"Orang yang ketika menghembuskan nafas terakhir lupa Allah, kematiannya bisa tidak 'husnul khatimah' (baik). Hal tersebut tentu tak kita inginkan," katanya.
Namun, lanjutnya, kalau selalu ingat Allah dalam bekerja misal saat di "pahumaan" (sawah) , berdagang dan bekerja di kantoran. Insya Allah saat menjelang kematian ingat Allah dan mati dalam keadaan husnul khatimah.
"Misalnya seorang petani yang selalu ingat Allah ketika di pahumaan dia akan pulang sebelum masuk waktu shalat Dzuhur, kalau yang bersangkutan bekerja pagi hari," ujar Tuan Guru Zainuddin.

Tuan Guru Zainuddin Rais menambahkan, mati itu dalam keadaan baik, apa yang masuk dalam hati. "Sementara sesuatu yang masuk dalam hati seseorang, apa yang menjadi pekerjaannya," tambah Tuan Guru Zainuddin.
Kajian Tuan Guru Zainuddin Rais bersama jamaah Masjid Assa'adah tersebut kali ini masih hal-hal yang berhubungan dengan membersihkan hati sebagaimana termuat dalam Kitab "Ihyaulumuddin" Jilid IV karya Imam Ghazali.
