Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan H Suripno Sumas mengapresiasi rencana Kementerian Pertanian RI mengembangkan kelapa genjah di provinsinya yang berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota.
"Kita apresiasi rencana pengembangan kelapa genjah di Kalsel oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan," ujar Suripno ketika dikonfirmasi, Selasa siang.
Apresiasi Anggota DPRD Kalsel itu cukup beralasan antara lain karena potensi lahan yang mendukung serta minat warga terhadap kelapa varietas unggul genjah tersebut.
Selain itu, tingkat konsumen dan produsen yang cukup memadai. "Bahkan yang terdata pada Ditjenbun Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) daerah produsen kelapa. Padahal kabupaten lain di Kalsel seperti Hulu Sungai Selatan (HSS) juga kawasan taman kelapa," ujar Suripno.
Sebagai contoh, HSS dengan ibukota Kandangan (135 km utara Banjarmasin) hingga Tahun 1970-an pengolah "minyak lamak" atau daerah produsen minyak kelapa (jenis kelapa dalam) untuk kebutuhan daerah hulu sungai khususnya.
Daerah Hulu Sungai Kalsel hingga awal tahun 2000-an dengan sebutan Banua Lima, kini menjadi Banua Anam meliputi Kabupaten Tapin, HSS,. Hulu Sungai Tengah (HST),. Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan - 2003 dan Kabupaten Tabalong.
Suripno yang juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalsel menerangkan, sebagaimana perencanaan Ditjebun untuk pengembangan kelapa genjah tersebut di "Bumi Bersujud" Tanbu serta "Bumi Selidah" Batola masing-masing seluas 300 hektare (ha).
Beberapa keunggulan kelapa genjah antara lain cepat berbuah atau umur pendek (sekitar 3-4 tahhn) sudah berproduksi, postor pohon pendek (3-5 meter) sehingga memudahkan panen.
Selain itu, produktivitas tinggi 100-180 biji/pohon/tahun, serta cocok ditanam di lahan sempit atau pekarangan, sangat cocok untuk konsumsi segar karena daging buah lembut dan air yang melimpah.

"Kita harapkan dengan pengembangan kelapa genjah, bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tapi nilai tambah ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan keluarga," demikian Suripno Sumas.
Dengan nilai yang cukup ekonomis, Suripno mengaku juga menanam kelapa genjah sekitar dua hektare buat masa tua sambil santai di kebun mendatangkan uang.
