Banjarmasin (ANTARA) - Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Haji Tabrani Basri mengingatkan kaum Muslim agar menjadi shalat sebagai kebutuhan utama, terutama shalat fardhu.
"Jangan mengerjakan shalat fardhu hanya untuk menggugurkan kewajiban," ujar H Tabrani dalam tausiyahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah Shalat Subuh Ahad.
Mantan dosen Agama Islam Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (ULM d/h Unlam) Banjarmasin itu memperkirakan masih banyak kaum Muslim yang melaksanakan shalat fardhu hanya untuk menggugurkan kewajiban.
Hal tersebut, menurut dia, terlihat dari awal hingga akhir shalatnya kurang memperhatikan hal-hal yang semestinya terlarang atau kurang adab antara lain seperti tidak beristighfar sebelum memulai shalat serta tangan garuk sana sini.
"Padahal shalat itu pada hakekatnya induk segala aktifitas. Hanya perintah shalat lima waktu yang Rasulullah Muhammad Saw terima langsung dari Allah SWT," ujar mantan mahaguru berusia hampir 90 tahun tersebut.
Selain itu, dalam shalat tersebut terhimpun doa yang juga merupakan induk segala doa, lanjut Guru Tabrani Basri.

Dengan mengutip firman Allah dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah Saw, mantan Ketua NU Kalsel itu menambahkan, kesempurnaan shalat mendatangkan banyak hikmah antara lain kehidupan bisa tenang serta terhindar dari kemunkaran.
Dalam tausiah/kesempatan itu pula, dengan mengutip firman Allah dalam Al Qur'an, Tabrani Basri menyindir sifat manusia pada umumnya yang terkesan tidak menerima takdir Allah SWT.
Sebagai contoh musim hujan "gigir" (ribu) dan musim panas gigir seakan Allah serba salah di mata manusia atau makhluk Nya, demikian Tabrani Basri.
