Banjarmasin (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali siap siaga mengamankan "Rumah Banjar" (Gedung DPRD provinsi setempat) dari aksi demo atau unjuk rasa, Senin.
Pasalnya kelompok massa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel kembali mendatangi Rumah Banjar menyampaikan aspirasi, karena belum puas hasil dialog dengan anggota DPRD provinsi setempat, HM Rosehan Noor Bachri dari PDI Perjuangan, Kamis (15/1/2026) lalu.
Aksi massa menolak pemilihan kepala daerah (Pilkada) lewat DPRD sebagaimana halnya PDIP dan menginginkan tetap pemilihan langsung oleh rakyat seperti beberapa periodisasi belakangan ini.
"Menemui pengunjukrasa hari ini, rencananya Ketua DPRD Kalsel H Supian HK beserta unsur pimpinan dan Anggota Dewan provinsi," ujar Sekretaris DPRD (Sekwan) setempat, Muhammad Jaini di ruang kerjanya ketika dikonfirmasi.
Baca juga: Polisi amankan "Rumah Banjar" dari aksi tolak pilkada lewat DPRD
Ia menerangkan, semula mengatur waktu yaitu pada Kamis (22/1/2026) berdialog dengan BEM tersebut. "Tapi, oleh karena hari ini ketua yang menemui mereka, maka kemungkinan Kamis ditiadakan," ujar Jaini.
Ia berharap, unjuk rasa hari ini tidak rusuh atau terkendali sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, kendati terkadang sedikit berbeda pendapat sebagai dinamika demokrasi.
Namun jajaran Polda Kalsel tetap siaga dengan mengerahkan kelengkapan serta personel yang juga menurunkan Gagana agar tidak sampai kecolongan.
"Kita berterima kasih dan apresiasi jajaran Polda Kalsel dan aparat keamanan lain yang mengamankan Rumah Banjar terhadap segala kemungkinan yang negatif. Begitu juga terima kasih yang sama kepada pengunjukrasa tak bersikap anarki,".demikian M Jaini.
Sebagaimana pemberitahuan pengunjukrasa, mereka melakukan aksi di Rumah Banjar pukul 14.00 Wita atau sesudah Shalat Dzuhur, namun sampai saat berita ini dibuat belum ada gerakan dari BEM tersebut.

