Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membuka akses jurnal ScienceDirect sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan jurnal internasional yang bisa diakses oleh mahasiswa maupun dosen.
"Akses jurnal ScienceDirect dapat dilakukan dengan mudah oleh mahasiswa dan dosen ULM hanya dengan menggunakan akun resmi ULM," kata Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan ULM Noer Komari di Banjarmasin, Jumat.
Komari mengaku ke depan UPA Perpustakaan ULM terus melakukan sosialisasi secara lebih masif agar pemanfaatan jurnal internasional ini semakin optimal dan merata di seluruh fakultas.
Terbukanya akses jurnal ScienceDirect bagi civitas akademika ULM setelah Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri melakukan penandatanganan kerja sama akses jurnal internasional ScienceDirect milik Elsevier bersama puluhan perguruan tinggi anggota Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI).
Baca juga: Konsorsium PTN Kawasan Timur langganan platform jurnal Elsevier
Penandatanganan kerja sama berlangsung awal tahun ini atas sinergi antarperguruan tinggi di kawasan timur Indonesia untuk saling mendukung pengadaan lisensi akses jurnal bereputasi internasional.
Tujuannya bagi perguruan tinggi yang sedang berkembang agar mampu meningkatkan kualitas luaran akademik mahasiswa dan dosen.
Kerja sama akses jurnal ScienceDirect ini dipelopori oleh ULM bersama Universitas Hasanuddin dan Universitas Gorontalo yang bersepakat membangun kolaborasi berbasis gotong royong dalam penguatan sumber referensi ilmiah.
Melalui mekanisme langganan bersama, perguruan tinggi anggota KPTN-KTI dapat memperoleh akses yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap publikasi ilmiah kelas dunia.
Baca juga: Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel
Melalui kerja sama ini, ULM tidak hanya memperluas akses terhadap literatur ilmiah global, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya riset, publikasi ilmiah, dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
ULM optimistis, kolaborasi strategis ini akan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan karya akademik yang unggul, relevan, dan berdaya saing internasional.
