Banjarbaru (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membebaskan dari iuran pengembangan institusi (IPI) bagi mahasiswa baru sebagai kebijakan untuk meringankan beban orangtua dari pembayaran di awal masuk perkuliahan itu.
"Kami tidak menerapkan iuran pengembangan institusi agar informasi ini dapat diketahui masyarakat khususnya mereka yang berminat masuk ULM," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarmasin, Jumat.
Kebijakan tanpa IPI di ULM ini telah berjalan selama empat tahun di bawah kepemimpinan sang rektor.
ULM pun mendapatkan apresiasi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof Brian Yuliarto.
Baca juga: ULM teken kontrak kinerja untuk Kampus Berdampak
Hal tersebut sampaikan menteri dalam pertemuan yang berlangsung di Fakultas Pertanian ULM di Banjarbaru bersama Rektor ULM beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, dan sivitas akademika ULM.
Prof Brian Yuliarto menyempatkan diri mengunjungi ULM di sela-sela mendampingi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kalimantan Selatan.
Prof Alim menyebut kebijakan ini menunjukkan komitmen ULM sebagai Kampus Berdampak yang mengedepankan akses pendidikan tinggi tanpa beban tambahan bagi mahasiswa.
Dia berharap kebijakan progresif ini menjadi ladang pengabdian ULM untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
IPI atau sering disebut sumbangan pengembangan institusi (SPI) adalah biaya pendidikan satu kali yang dibayar mahasiswa baru, khususnya jalur mandiri untuk mendukung pengembangan fasilitas dan kualitas perguruan tinggi.
Baca juga: ULM dan Universitas Tsukuba Jepang kerja sama penelitian kolaboratif
Sedangkan ULM hanya menerapkan uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayar tiap semester dan besarannya disesuaikan kemampuan ekonomi dengan keringanan yang tersedia bagi yang membutuhkan.
Sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terakreditasi Unggul, ULM terus menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa di wilayah Kalimantan.
Jumlah mahasiswa ULM saat ini mencapai lebih dari 32.000 orang tersebar di 115 program studi dari 11 fakultas dan satu program pascasarjana yang 50 persen sudah terakreditasi A ataupun unggul.
