Para petani yang bermukim di Desa Pematang Danau Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, resah akibat serangan hama keong emas yang memakan padi di persawahan daerah setempat.
"Petani resah karena padi yang baru di tanam habis di makan keong emas, sehingga tidak bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya," ujar Zainal salah seorang petani yang ditemui di desa setempat, Minggu (27/3).
Ia mengatakan, serangan binatang sejenis siput yang dikenal masyarakat dan petani setempat dengan sebutan 'kalambuai kuning' itu berlangsung sejak beberapa bulan terakhir dan semakin banyak memasuki awal tahun.
Sebutan 'kalambuai kuning' itu melekat terhadap binatang yang memiliki nama latin Pomacea Canaliculata Lamarck karena warnanya kuning keemasan maupun kuning terang.
Menurut dia, petani setempat kewalahan mengatasi serangan salah satu hama padi tersebut karena jumlahnya sangat banyak sehingga mengganggu padi yang mulai ditanam di areal persawahan.
"Jumlahnya sangat banyak karena dalam sehari bisa dikumpulkan satu karung keong emas atau mencapai ratusan ekor dari areal sawah yang tidak begitu luas," ungkapnya.
Parahnya lagi, kata dia, meskipun binatang bercangkang itu setiap harinya dikumpulkan untuk mengurangi populasinya tetapi dalam beberapa hari ke depan muncul lagi dengan jumlah yang cukup banyak.
"Para petani tentu saja kesal dibuatnya karena sudah capek-capek menanam bibit padi, ternyata besoknya sudah gundul semua karena dimakan kalambuai," ujarnya.
Pihaknya mengharapkan, pemerintah daerah melalui instansi terkait menurunkan penyuluh pertanian lapang (PPL) sehingga bisa memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani setempat.
"Sejauh ini belum ada PPL yang datang dan memberikan solusi sehingga kami hanya bisa mengumpulkan keong-keong emas dan memasukkannya kedalam karung kemudian digantung supaya keongnya mati," kata dia.
Ditambahkan, solusi mengatasi serangan hama padi itu sangat dibutuhkan petani setempat sehingga target tanam dan produksi pertanian di desa setempat tidak mengalami penurunan.
Sementara itu, dari literatur yang diperoleh, hama keong emas bisa dikendalikan melalui beberapa cara, mulai dari pemungutan keong dan penghancuran telurnya, penggunaan semut merah untuk memakan telor keong.
Kemudian melepas bebek di persawahan untuk memakan keong muda, penanaman tanaman beracun hingga pestisida apabila serangan dan kemampuan berkembangbiak keong emas luar biasa./rzl
