• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Jumat, 27 Februari 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Sabtu, 31 Januari 2026 21:13

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      Kamis, 15 Januari 2026 22:41

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

  • Nasional
    • Empat alumni LPDP sudah kembalikan dana hingga Rp2 miliar/orang

      Empat alumni LPDP sudah kembalikan dana hingga Rp2 miliar/orang

      Kamis, 26 Februari 2026 22:45

      KPK ajak Menkeu lapor bila ragu soal hadiah live TikTok

      KPK ajak Menkeu lapor bila ragu soal hadiah live TikTok

      Kamis, 26 Februari 2026 21:35

      Bansos cair, juga untuk penyintas bencana Sumatera

      Bansos cair, juga untuk penyintas bencana Sumatera

      Kamis, 26 Februari 2026 21:28

      Mensos sebut 869 ribu peserta PBI JKN telah aktif kembali

      Mensos sebut 869 ribu peserta PBI JKN telah aktif kembali

      Kamis, 26 Februari 2026 21:13

      Emas Antam hari ini Rp3,039 juta/gram, naik Rp16.000

      Emas Antam hari ini Rp3,039 juta/gram, naik Rp16.000

      Kamis, 26 Februari 2026 11:29

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • Super League - Borneo kalahkan Arema 3-1

        Super League - Borneo kalahkan Arema 3-1

        Jumat, 27 Februari 2026 1:34

        Super League  - Persib Bandung hajar Madura United 5-0

        Super League - Persib Bandung hajar Madura United 5-0

        Kamis, 26 Februari 2026 23:04

        PSSI didenda AFC Rp25 juta terkait laga uji coba vs Mali

        PSSI didenda AFC Rp25 juta terkait laga uji coba vs Mali

        Kamis, 26 Februari 2026 22:13

        Super League  - Bhayangkara bungkam Semen Padang 4-0

        Super League - Bhayangkara bungkam Semen Padang 4-0

        Selasa, 24 Februari 2026 23:37

        Pelatih baru timnas U-17 seleksi 42 pemain di Yogya

        Pelatih baru timnas U-17 seleksi 42 pemain di Yogya

        Selasa, 24 Februari 2026 23:21

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        Pakar ULM: Ramadhan momentum perkuat pendidikan karakter siswa

        Pakar ULM: Ramadhan momentum perkuat pendidikan karakter siswa

        Rabu, 25 Februari 2026 23:03

        Mujiyat jadi doktor ke-4 lulusan S3 Administrasi Pendidikan ULM

        Mujiyat jadi doktor ke-4 lulusan S3 Administrasi Pendidikan ULM

        Senin, 23 Februari 2026 4:33

        ULM raih tiga penghargaan kinerja anggaran 2025

        ULM raih tiga penghargaan kinerja anggaran 2025

        Minggu, 22 Februari 2026 21:58

        ULM perkuat ekosistem kewirausahaan cetak pelaku usaha muda inovatif

        ULM perkuat ekosistem kewirausahaan cetak pelaku usaha muda inovatif

        Minggu, 22 Februari 2026 21:57

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional hak Tukin dosen 2020-2024

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional hak Tukin dosen 2020-2024

        Rabu, 4 Februari 2026 21:33

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional terkait hak Tukin dosen 2020-2024

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional terkait hak Tukin dosen 2020-2024

        Selasa, 3 Februari 2026 19:44

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Selasa, 23 Desember 2025 19:48

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Jumat, 19 Desember 2025 23:20

    • English News
      • Kotabaru Regent inaugurates 56th MTQN committee

        Kotabaru Regent inaugurates 56th MTQN committee

        Jumat, 27 Februari 2026 2:20

        Indonesia eyes global market for village cooperatives

        Indonesia eyes global market for village cooperatives

        Jumat, 27 Februari 2026 1:44

        Sigam Musrenbang focuses on infrastructure and education

        Sigam Musrenbang focuses on infrastructure and education

        Kamis, 26 Februari 2026 5:59

        Indonesia, Jordan strengthen Palestine peace push

        Indonesia, Jordan strengthen Palestine peace push

        Kamis, 26 Februari 2026 0:17

        South Kalimantan's Bappeda pursues 8 percent economic growth

        South Kalimantan's Bappeda pursues 8 percent economic growth

        Rabu, 25 Februari 2026 14:11

    • Infografik
    • Foto
      • DPRD Tanbu sahkan jadwal kerja dewan satu bulan ke depan

        DPRD Tanbu sahkan jadwal kerja dewan satu bulan ke depan

        Senin, 23 Februari 2026 10:33

        DPRD Tanah Bumbu bahas persiapan evaluasi anggaran 2025

        DPRD Tanah Bumbu bahas persiapan evaluasi anggaran 2025

        Senin, 23 Februari 2026 10:24

        GM PLN UID Kalselteng cek Command Center pastikan pelayanan cepat

        GM PLN UID Kalselteng cek Command Center pastikan pelayanan cepat

        Minggu, 22 Februari 2026 21:41

        Siswa SMKN 2 Banjarbaru antusias ikuti sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan

        Siswa SMKN 2 Banjarbaru antusias ikuti sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan

        Minggu, 22 Februari 2026 8:53

        Penyerahan plakat kolaborasi energi bersih antara PLN-PT Borneo Indobara

        Penyerahan plakat kolaborasi energi bersih antara PLN-PT Borneo Indobara

        Selasa, 17 Februari 2026 21:45

    • Video
      • Bangsibun Bekaret perkuat sektor karet Kalsel secara berkelanjutan

        Bangsibun Bekaret perkuat sektor karet Kalsel secara berkelanjutan

        Kamis, 26 Februari 2026 22:53

        Polda Kalsel gagalkan peredaran 30 kg sabu jaringan Fredy Pratama

        Polda Kalsel gagalkan peredaran 30 kg sabu jaringan Fredy Pratama

        Selasa, 24 Februari 2026 20:20

        Warga Banjarmasin antusias berburu takjil di pasar Wadai Ramadhan

        Warga Banjarmasin antusias berburu takjil di pasar Wadai Ramadhan

        Kamis, 19 Februari 2026 23:34

        Polda Kalsel sita 20 ribu STNK dan BPKB palsu sindikat lintas provinsi

        Polda Kalsel sita 20 ribu STNK dan BPKB palsu sindikat lintas provinsi

        Kamis, 19 Februari 2026 18:04

        Kalsel bahas penguatan tata kelola penerimaan siswa baru dalam rakor

        Kalsel bahas penguatan tata kelola penerimaan siswa baru dalam rakor

        Kamis, 19 Februari 2026 6:16

    Artikel - Kemeriahan Aruh Bawanang, Suku Dayak Meratus Kabupaten HST

    Sabtu, 5 Oktober 2019 8:09 WIB

    Artikel - Kemeriahan Aruh Bawanang, Suku Dayak Meratus Kabupaten HST

    Sejumlah penari dari masyarakat adat Dayak Meratus menampilkan tari Bakanjar sebelum melakukan ritual Batandik di Balai Adat Kampung Kiyu, Desa Hinas Kiri, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Sabtu (28/9/2019) malam. Masyarakat adat Dayak Meratus Kampung Kiyu melakukan tradisi tahunan Aruh Bawanang yang artinya sujud syukur dari hasil panen yang sudah didapat setiap tahunnya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama

    Semua masalah, selisih paham, jangan dibawa ke dalam aruh. Kalau tidak, sampai ada yang rusuh, maka akan dikenakan sanksi adat

    Barabai (ANTARA) - Padi yang subur dan panen yang melimpah, diperlakukan layaknya seorang anak yang datang dari perantauan. Kedatangannya dinanti-nanti. Disambut dengan sepenuh hati sampai dirayakan dengan upacara adat.

    Suku Dayak di Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) biasa menyebut upacara adat atau kenduri dengan sebutan aruh. Pelaksanaannya selalu identik dengan pesta. Tujuannya, bisa ungkapan syukur atau tolak bala. Saat aruh yang berpusat di Balai Adat , desa penyelenggara bakal ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru.

    Seperti itulah yang tampak di Kiyu Desa Hinas Kiri pada Sabtu (28/9) malam. Desa yang berjarak kurang lebih 30 kilometer dari kota Barabai, pusat Kabupaten HST, itu semarak. Warga merayakan Aruh Bawanang.

    Acara itu dilaksanakan enam hari enam malam. Aruh Bawanang adalah ungkapan rasa syukur atas perolehan panen yang melimpah.

    Baca juga: Video-Semarak HUT RI ke-74 warga Pegunungan Meratus

    Itu terbilang singkat, biasanya sampai duabelas hari. Dalam aruh, balian bertugas menghubungkan dunia bawah dengan dunia atas. Termasuk, urusan dengan roh manusia yang telah meninggal.

    Aruh Bawanang juga dikenal dengan nama Aruh Ganal. Artinya, upacara adat besar. Disebut demikian karena dilaksanakan besar-besaran oleh seluruh warga desa. Juga, dihadiri oleh undangan yang berasal dari desa-desa lainnya. Sementara Aruh Kecil, dilakukan hanya di lingkungan keluarga saja.

    Aruh Bawanang juga hanya digelar apabila hasil panen sesuai dengan harapan warga. Selain sebagai rasa syukur, Bawanang, dimaksudkan untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar di tahun mendatang bisa kembali mendapatkan hasil panen yang melimpah. Kemudian, berharap dijauhkan dari segala bahaya, penyakit dan makhluk perusak.

    Jika hasil panen tidak sesuai harapan, warga hanya menggelar Aruh Kecil. Atau, malah tidak diadakan sama sekali.

    Baca juga: Warga Meratus HST bangun bendungan untuk sarana air bersih

    Sabtu malam itu, Balai Adat ramai. Beberapa warga tampak sibuk mempersiapkan pernik-pernik aruh. Mulai dari hidangan untuk masyarakat hingga aksesori terpenting yang oleh warga setempat disebut Langgatan Papatangkalak. Atau, induk dari wadah sesaji.

    Wadah itu terbuat dari potongan bambu berbentuk segi empat bertingkat. Dalam upacara adat tersebut, Langgatan Papatangkalak digantungkan di tengah-tengah balai. Dihiasi dengan untaian daun kelapa yang menguning dan hiasan lain dari kain serta dedaunan.

    Dibuat persegi empat. Harapannya bisa melindungi seluruh warga dari marabahaya yang datang dari berbagai penjuru," ungkap Haris (41) yang merupakan kepala adat Suku Dayak se-Kecamatan Batang Alai Timur (BAT).

    Menjelang dimulainya aruh, Balai Adat Desa Kiyu tersebut penuh sesak oleh warga berbagai usia. Mereka antusias mengikuti upacara adat kali ini. Acara dibuka oleh para balian yang duduk mengelilingi Langgatan Papatangkalak. Di antara mereka terdapat pemimpin balian, yakni penghulu Balai Adat. Dia duduk beralaskan tikar. Mulut lelaki tuan itu komat-kamit atau bamamang. Bersamaan dengan itu, bunyi-bunyian dari Gandang dan Kalimpat yang ditabuh membahana di dalam ruangan.

    Baca juga: Chairansyah: Komunitas Adat Terpencil harus mendapat perhatian lebih

    Dengan dimulainya bamamang, Dia memberitahu kepada Yang Maha Kuasa bahwa upacara dimulai.

    Selain minta izin kepada Yang Maha Kuasa agar upacara berjalan lancar, Balian juga mengundang roh nenek moyang atau datu untuk mengikuti acara.

    Setelah itu, para balian asyik mengusap Gelang Hiang di atas kepulan asap kemenyan. Beberapa saat kemudian, para balian yang sedari tadi duduk, lantas bangkit. Wajah para balian mendongak ke atas dan ke depan Langgatan Papatangkalak. Badan mereka sedikit membungkuk dan kedua tangan dilipat ke belakang seperti menggendong. Tiba-tiba, mereka mengentak-entakkan kaki ke lantai.

    Diiringi gemerincing Hiang, tabuhan Gandang dan Kalimpat, batandik (mengentak-entakkan kaki) malam itu semakin semarak ketika orang tua, anak muda, serta anak-anak ikut ambil bagian. Lelaki dan perempuan turut serta menari memutari Langgatan Papatangkalak.

    "Ini namanya ritual babangsai. Tarian bergembira," ujar Haris.

    Baca juga: Masyarakat Adat Dayak Meratus sudah bisa mencantumkan aliran kepercayaan di E-KTP

    Babangsai berlangsung selama sekitar lima menit. Setelah itu, tinggal para balian yang melanjutkan ritual. Mereka masih tetap mengentak-entakkan kaki. Terkadang berhenti sejenak dengan tangan memegang Langgatan Papatangkalak. Para balian terdengar nyaring mengucapkan mantra.

    Ada berbagai macam ritual yang dilakukan oleh para balian pada Sabtu malam itu sampai esok paginya. Ada Mangguguhan, Mandewata, Mamutir, dan ditutup dengan Sangkuwanang.

    Semuanya, menyimbolkan hal-hal yang berkaitan dengan hasil panen melimpah, doa serta harapan. Itu terlihat saat seluruh balian mengelilingi Langgatan Papatangkalak sembari membawa hasil alam. Mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan padi yang bagus.

    "Bagi kami, padi yang bagus ibarat anak kandung yang bertahun-tahun merantau kemudian pulang ke rumah. Kedatangannya kami rindukan, kami sayangi, bahkan kami rayakan," ungkap Haris.

    Baca juga: Warga Meratus gagas pembentukan Perda perlindungan masyarakat adat

    Melihat dari kemeriahannya, tidak sedikit biaya yang dibutuhkan warga pada saat pelaksanaan aruh. Sebagai contoh, untuk enam hari enam malam pelaksanaan aruh di Balai Kiyu, saja warga desa secara urunan menyediakan biaya paling sedikit Rp25 juta.

    Ditambahkan Haris, bahwa Aruh Bawanang, digelar hanya benar-benar apabila hajat warganya terkabul. Maka pelaksanaan belum tentu ada sekali dalam setahun. Dia juga mengatakan, kalau pun pelaksanaan aruh tidak mendapat bantuan, bukan berarti aruh tak dapat terlaksana.

    Pelaksanaan aruh yang digelar di Kabupaten HST, pada umumnya selalu menjadi pembicaraan dan perhatian banyak pihak ketika pelaksanaannya. Di satu sisi, kebudayaan serta tradisi leluhur ini patut dilestarikan.

    Namun sayang, pelaksanaan aruh kerap disusupi oleh praktik perjudian. Jenisnya pun beragam. Mulai dari judi kartu hingga dadu. Umumnya, praktik judi berada tidak jauh dari lokasi Balai Adat yang menjadi pusat kegiatan aruh digelar. Tak tanggung-tanggung, praktik judi berlangsung setiap malam, selama pelaksanaan aruh.

    Lengan Manusia, Diganti Ketan Satu Meter

    Di bagian paling bawah Langgatan Papatangkalak, berjejer rapi ruas bambu sepanjang satu meter. Di dalamnya, ada beras ketan yang sudah matang. Oleh warga desa, beras ketan yang sudah matang itu disebut lamang. Setiap gelaran aruh, lamang selalu ada dan dimasak oleh warga desa.

    Kepala Adat Suku Dayak Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Haris, menuturkan bahwa ada sebuah legenda yang menceritakan bahwa pada zaman dahulu yang berada di dalam bambu satu meter itu bukan lamang. Melainkan, potongan lengan manusia.

    Baca juga: Berkat Meratus terjaga, HST selamat dari krisis air bersih

    "Namun, oleh Balian Mumburaya Walu, yang merupakan suhu dari para Balian, diganti dengan beras ketan untuk disajikan kepada para tamu undangan," tuturnya. Selain jadi hidangan, lamang itu juga menjadi bagian dari sesaji.

    Balian Mumburaya Walu, menurut Haris, bernegosiasi dengan para arwah leluhur untuk mengganti lengan manusia dengan lamang. Sebagai balian, dia mengatakan bahwa apabila aruh ingin tetap ada, maka arwah leluhur tak boleh meminta lengan manusia sebagai sesaji. Jika tetap memaksa, bisa jadi tidak ada siapapun yang bakal mau menggelar aruh atau melalukan pemujaan lagi.

    Baca juga: Tari Rag Rag Guy lakonkan dampak jika pegunungan Meratus diekpoitasi

    "Pada saat ritual Aruh Bawanang, ada waktu di mana penghulu Balai Adat membawa Lamang Batara (ketan yang dimasak berwadahkan potongan bambu sepanjang satu meter sebanyak empat buah) bersamaan dengan cahaya lilin. Itu, sebagai simbol datangnya pencerahan alias solusi," ujar Haris.

    Lantas, kapan Aruh Bawanang kerap digelar? Untuk menetapkan hari dan tanggal pelaksanaan, masyarakat bermusyarah bersama kepala desa dan kepala adat.

    Diambil Sekadar untuk Aruh, Melanggar Dikenai Denda

    Ada banyak pantangan yang tak boleh dilanggar semasa aruh. Pelaksanaan yang selalu menghadirkan hiburan serta dinanti-nantikan banyak warga itu membuat berlakunya denda adat bila ada yang melanggar. Tidak hanya berlaku untuk warga, denda juga bisa dikenakan pada tamu undangan. Itu juga berlaku dalam gelaran Aruh Bawanang di beberapa balai adat di Kecamatan BAT.

    Kepala Adat Suku Dayak Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Haris, berkali-kali memperingatkan warga yang berkumpul di dalam dan di luar Balai Adat agar tertib. Melalui pengeras suara, dia mengimbau warga agar tidak berbuat onar. Apalagi, memantik perkelahian.

    "Semua masalah, selisih paham, jangan dibawa ke dalam aruh. Kalau tidak, sampai ada yang rusuh, maka akan dikenakan sanksi adat," imbaunya.

    Baca juga: Kemana Bupati dan Ketua DPRD HST, saat masyarakatnya aksi Save Meratus

    Haris membeberkan, bahwa meski selama pelaksanaan aruh jarang terjadi pelanggaran serius, bukan berarti dia bisa cuek. Alias, tidak mengingatkan. Dia khawatir jika tidak menyampaikan peringatan, masyarakat bakal lupa bagaimana seharusnya bersikap sepanjang aruh berlangsung.

    "Denda ringan ketika ada warga atau tamu yang pulang, meninggalkan desa yang menjadi tempat digelarnya aruh di tengah-tengah ritual berlangsung," terang Haris.

    Adapun denda paling berat adalah bila terjadi perkelahian saat digelarnya aruh. Dendanya adalah mengganti seluruh biaya aruh. Mulai dari persiapan sampai akhir.

    Baca juga: Pilkades HST diprediksi jadi rebutan, PNS dan warga luar desa boleh mendaftar

    Sementara, pantangan lain yang berkaitan dengan aruh adalah menuai padi secara berlebihan. Saat Aruh Bawanang berlangsung, bukan berarti padi-padi yang ada di lahan sudah dibabat habis. Justru sebaliknya, bulir padi yang ditanam oleh Suku Dayak Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), masih berada di ladang.

    "Yang kami petik, cuma sekadar keperluan untuk pelaksanaan aruh. Tidak lebih dari itu. Aruh ini layaknya penyambutan terhadap hasil padi yang bagus dan melimpah. Tak sopan bila langsung dipanen secara keseluruhan, warga bisa memanen seluruhnya hanya setelah aruh selesai dilaksanakan," katanya.

    Berikut kemeriahan aruh adat Bawanang warga Dayak Meratus di Balai Kiyu Desa Hinas Kiri Kabupaten HST :

    Pewarta: M. Taupik Rahman
    Editor : Ulul Maskuriah
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Aruh Bawanang Dayak Meratus

    Aruh Bawanang Dayak Meratus

    29 September 2019 10:53

    Warga Meratus HST bangun bendungan untuk sarana air bersih

    Warga Meratus HST bangun bendungan untuk sarana air bersih

    18 September 2019 09:07

    Video-Semarak HUT RI ke-74 warga Pegunungan Meratus

    Video-Semarak HUT RI ke-74 warga Pegunungan Meratus

    18 Agustus 2019 13:51

    Pemkab HST kerja sama dengan KLHK tanam ratusan ribu pohon di desa

    Pemkab HST kerja sama dengan KLHK tanam ratusan ribu pohon di desa

    13 Agustus 2023 18:29

    Pemkab HST janjikan jalan rusak Desa Hinas Kiri diperbaiki 2022

    Pemkab HST janjikan jalan rusak Desa Hinas Kiri diperbaiki 2022

    23 November 2021 18:07

    Pejuang lingkungan Pegunungan Meratus HST Musa meninggal pada usia 119 tahun

    Pejuang lingkungan Pegunungan Meratus HST Musa meninggal pada usia 119 tahun

    15 Desember 2025 21:10

    Warga tiga desa di Pegunungan Meratus desak tinjau ulang tapal batas HST-Kotabaru

    Warga tiga desa di Pegunungan Meratus desak tinjau ulang tapal batas HST-Kotabaru

    31 Oktober 2025 14:26

    Mama Deden beri storytelling inspiratif ke anak-anak Dayak Meratus Patikalain HST

    Mama Deden beri storytelling inspiratif ke anak-anak Dayak Meratus Patikalain HST

    16 Juni 2025 07:35

    Terpopuler

    Fiorentina menang tiga gol balas kontra Jagiellonia

    Fiorentina menang tiga gol balas kontra Jagiellonia

    Barito Putera imbang 0-0 saat menjamu Kendal Tornado FC

    Barito Putera imbang 0-0 saat menjamu Kendal Tornado FC

    VfB Stuttgart tunjukkan ketangguhan hancurkan Celtic 4-1

    VfB Stuttgart tunjukkan ketangguhan hancurkan Celtic 4-1

    Barito incar poin krusial saat jamu Kendal Tornado

    Barito incar poin krusial saat jamu Kendal Tornado

    Super League - Persijap kalahkan Persebaya 3-1

    Super League - Persijap kalahkan Persebaya 3-1

    Top News

    • Disbunnak Kalsel pastikan ketersediaan daging aman dan harga stabil selama Ramadhan

      Disbunnak Kalsel pastikan ketersediaan daging aman dan harga stabil selama Ramadhan

      23 Februari 2026 15:46

    • Kapolda Kalsel sebut ketahanan pangan perlu keterlibatan seluruh elemen

      Kapolda Kalsel sebut ketahanan pangan perlu keterlibatan seluruh elemen

      20 Februari 2026 13:03

    • Uji coba kedua, Indonesia U-17 kalah tipis 2-3 dari China

      Uji coba kedua, Indonesia U-17 kalah tipis 2-3 dari China

      11 Februari 2026 22:16

    • Polda Kalsel musnahkan 67 kg sabu dan 30.766,5 ekstasi jaringan Fredy Pratama

      Polda Kalsel musnahkan 67 kg sabu dan 30.766,5 ekstasi jaringan Fredy Pratama

      9 Februari 2026 18:34

    • Banjarmasin siapkan 500 kegiatan jadi penggerak ekonomi rakyat

      Banjarmasin siapkan 500 kegiatan jadi penggerak ekonomi rakyat

      8 Februari 2026 20:59

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA